www.zaenal-aripin.com

Blog Zaenal Arifin

Search:



93,88% suara menudukung Nina Kurniasih Azis menjadi ketua IKA Unpad Komisariat Daerah Kota Bandung periode 2007-2012

January 6th, 2008

Akhirnya terpilih juga ketua ikatan alumni universitas padjadjaran komisariat daerah kota Bandung, dengan perolehan suara 169 Nina Kurniasih Azis terpilih menjadi ketua IKA Unpad Komisariat Daerah Kota Bandung periode 2007-2012 dari 180 pemilih, sedangkan 7 suara memilih Sali Iskandar dan 4 suara abstain.Sidang cukup alot, dimulai pukul 09.00 WIB Sabtu 05 Januari 2008 bertempat di Aula Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran sampai dengan pulul 12.00 WIB dengan dihadiri 182 orang, hal ini dikatakan quorum karena menurut AD ART minimal peserta adalah 50 orang. Calon Ketua Ketua Umum IKA UNPAD Komisariat Daerah Kota Bandung periode 2008-2011 tercatat sebanyak 2 orang yaitu Nina Kurniasih Azis dan Saly Iskandar dan mereka telah memaparkan visi nya dihadapan pesertanya. Nina Kurniasih Azis merupaka alumni dari fakultas ekonomi selama ini berkecimpung di Bank Indonesia dan Saly Iskandar dari fakultas sastra yang merupakan Ketua IKA Komisariat Daerah Bandung periode sebelumnya yaitu 2003-2007.Ketua terpilih telah ditugaskan oleh sidang untuk dalam jangka waktu 1 bulan terhitung sejak disahkannya sebagai Ketua Umum IKA UNPAD Komisariat Daerah Kota Bandung periode 2008-2011 untuk membentuk susunan kepengurusanya.Terselenggaranya acara pemilihan tersebut tidak luput dari dari peransertanya panitia yang dikomandani oleh DR. Herry Achmad Buchory, SE., MM Direktur Kepatuhan, Manajamen Risiko dan SDM Bank Jabar Banten yang merupakan alumni fakultas ekonomi dan pasca sarjana.Dengan didasari cinta terhadap almamater semua peserta, panitia dan para calon telah mendukung terselengaranya acara pemilihan tersebut; terlihat dalam acara tersebut yang hadir dari berbagai angkatan baik tahun maupun jurusan D3 sampai dengan S3. Suasana akrab diperlihatkan juga oleh para calon dan pancingan pertanyaan dari perserta kepada para kandidat.Pada intinya semua berharap tetap terjalinannya silaturahmi diantara para alumni dengan tidak melihat asal dan tahun angkatan.Kita berharap dengan terpilihnya Nina Kurniasih Azis akan banyak kegiatan dan hasil yang akan mempereratkan jalinan silaturahmi diantara alumni juga universitas.Untuk pemilihan IKA Pusat Unpad akan diselenggarakan pada tanggal 19-20 Januari 2008 dengan digabungkan dengan acara reuni akbar, diharapkan acara tersebut dapat sukses dan para alumni diseluruh Indonesia dapat menyempatkan hadir pada acara tersebut.  SEKRETARIAT Reuni Akbar JL. IR. H. JUANDA NO. 92 BANDUNG TELP/FAX : 022 2504035 email : ika_unpad_08@yahoo.com [1]   [1] http://zaenal-aripin.commailto:ika_unpad_08@yahoo.com [Details...]

Total emisi 2007 capai Rp147 triliun Asing dominasi pasar penjaminan

December 27th, 2007

Tiga bank investasi asing masih menguasai pasar penjamin emisi (underwriter) saham, efek terkait saham, surat utang, dan pinjaman sindikasi nasional tahun ini dengan nilai total US$15,63 miliar (sekitar Rp147,23 triliun). Nilai transaksi itu tumbuh 37,9% dibandingkan dengan tahun lalu, sebesar US$11,33 miliar (setara dengan Rp106,73 triliun). Berdasarkan data Bloomberg, ketiga bank investasi asing yang menguasai 26,9% pangsa pasar underwriter itu adalah UBS, Credit Suisse, dan Deutsche Bank AG. Salah satu transaksi yang ditangani UBS tahun ini adalah penerbitan obligasi PLN US$1 miliar dan obligasi global pemerintah US$500 juta. Deutsche Bank AG merebut tempat ketiga, menggeser posisi ketiga tahun lalu JP Morgan Securities. Meski masih menempati posisi puncak, pangsa pasar UBS tahun ini menurun dibandingkan dengan pangsa pasar 2006.� Posisi keempat terbesar diraih oleh Danareksa Sekuritas, dengan jumlah emisi terbanyak 31, setelah tahun lalu hanya sanggup bertengger di urutan 10. Danareksa menjadi satu-satunya bank investasi lokal yang meraih pangsa pasar terbesar kelima disusul Citigroup. Direktur Investment Banking Danareksa Sekuritas Orias Petrus Moedak mengatakan pasar obligasi tahun ini lebih besar dibandingkan dengan 2006. Hal ini dipicu oleh penurunan suku bunga. "Kami mendapatkan banyak klien baru tahun ini. Danareksa juga berani menjadi penjamin emisi perusahaan di luar peringkat investasi. Ada beberapa korporasi dengan peringkat BBB+. Mayoritas emisi yang dijamin berasal dari swasta." Danareksa, menurut Moedak, bisa mengantongi deal penjamin emisi minimal separuh dari total emisi tahun depan. Hingga semester I/2008, Danareksa lebih banyak menangani emisi saham. Berbeda dengan Danareksa, peringkat Bahana Securities justru menurun ke posisi tujuh dengan pangsa pasar 5,3% dibandingkan dengan peringkat keenam pada 2006� dengan pangsa pasar 3,7%. Bahana terbantu oleh divestasi dan rights issue 30% saham Bank Negara Indonesia senilai Rp8,1 triliun. Hal yang sama juga dialami JP Morgan. Namun, transaksi itu tidak bisa menahan penurunan peringkatnya pada tahun ini. Tahun lalu, JP Morgan ditopang oleh transaksi penjualan 24,9% saham PT Semen Gresik Tbk milik Cemex kepada Grup Rajawali Corporation kepunyaan konglomerat Peter Sondakh. Perang fee Komisaris Utama Bahana Securities Ito Warsito mengatakan perang fee antarperusahaan sekuritas yang� marak tahun ini tidak akan terulang pada 2008.� "Perusahaan sekuritas yang menawarkan saham perdana atau rights issue biasanya menawarkan fee sekitar 2,5%-3%. Tetapi untuk obligasi masih bisa lebih kecil, mengingat penjaminan bisa best effort, bukan komitmen penuh seperti penawaran saham." Menurut Ito, jumlah perusahaan sekuritas yang membanting fee diperkirakan lebih kecil tahun depan dibandingkan dengan 2007. Pada tahun depan, pasar penerbitan, baik obligasi dan penawaran saham perdana maupun rights issue, diperkirakan makin marak. "BI Rate cenderung rendah, sehingga merangsang pelaku bisnis untuk menawarkan sahamnya dan menerbitkan obligasi. Artinya, pada 2008 prospek penawaran saham ataupun penerbitan obligasi sangat baik. "Dampak subprime mortgage lebih banyak di AS dan secara relatif tingkat suku bunga masih rendah, sehingga itu momentum yang baik untuk menerbitkan obligasi." Ito mengatakan Bahana Securities bersaing dalam meraih transaksi yang bagus tahun depan. Credit Suisse berada di peringkat kedua, dengan pangsa pasar 6,5%, tidak berubah dibandingkan dengan posisi tahun lalu. Rizal Gozali, Presdir Credit Suisse Securities Indonesia, tidak bersedia berkomentar seputar peringkat kedua tersebut. Salah satu penerbitan obligasi yang ditangani Credit Suisse tahun ini adalah Enercoal Resources Pte Ltd dengan nilai total US$450 juta, pinjaman US$92,5 juta ke Pacific Oil & Gas, dan US$100 juta ke PT Selapan Jaya Tbk. Jumlah deal bank investasi asing itu bisa bertambah jika bisa membantu PT Medco Energi Internasional Tbk menjual 52% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk. Namun, divestasi itu hingga kini belum rampung. DBS Group, yang mengantongi deal 13 emisi efek, langsung menyodok ke peringkat delapan tahun ini setelah menempati posisi 13 pada 2006. Direktur DBS Rusmin Kasim mengatakan pasar obligasi tahun ini jauh lebih aktif dibandingkan dengan 2006. "Selain marak, pasar obligasi korporasi tahun ini juga membesar." DBS juga sudah memperoleh proyek empat emisi obligasi rupiah hingga semester I/2008.� (munir.haikal@ bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id) Oleh M. Munir Haikal & Wisnu Wijaya Bisnis Indonesia sumber : www.bisnis.com [Details...]

Daftar Orang Kaya Indonesia Versi Forbes

December 14th, 2007

Majalah bisnis Forbes Asia menetapkan Aburizal Bakrie, sekarang Menko Kesra, sebagai orang terkaya peringkat pertama dari 40 orang kaya Indonesia pada tahun ini dengan nilai kekayaan mencapai 5,4 miliar dolar AS dari tahun sebelumnya 1,2 miliar dolar AS. Forbes dalam siaran persnya yang diterima ANTARA News di Jakarta, Kamis, menyebutkan, 10 besar dalam daftar orang kaya dan nilai kekayaannya sebagai berikut: 1. Aburizal Bakrie dan keluarga : 5,4 miliar dolar AS 2. Sukanto Tanoto (perusahaan April dan Asian Agri): 4,7 miliar AS 3. R. Budi Hartono: 3,14 miliar dolar AS 4. Michael Hartono: 3,08 miliar dolar AS (Budi Hartono dan Michael Hartono, dua saudara kandung yang memiliki saham di perusahaan rokok Djarum dan BCA) 5. Eka Tjipta Widjaja dan keluarga (Sinar Mas Group): 2,8 miliar dolar AS 6. Putera Sampoerna dan keluarga (Sampoerna Strategic): 2,2 miliar dolar AS 7. Martua Sitorus (Wilmar International): 2,1 miliar dolar AS 8. Rachman Halim dan keluarga (Gudang Garam): 1,6 miliar dolar AS 9. Peter Sondakh (Rajawali Group): 1,45 miliar dolar AS 10.Eddy William Katuari dan keluarga (Wings Group): 1,39 miliar dolar AS Disebutkan dalam siaran pers, Forbes Asia dalam mendaftar nama-nama orang terkaya itu menggunakan nilai bersih dengan nilai saham dan nilai tukar pada 30 November. Sedangkan untuk perusahaan swasta yang belum terbuka dihitung dengan membandingkannya dengan perusahaan yang diperdagangkan secara terbuka. Majalah Forbes Asia yang memuat daftar orang kaya itu akan diedarkan pada 24 Desember dengan gambar sampul depan Edwin Soeryadjaya yang memiliki nilai kekayaan 250 juta dolar AS dan menduduki ranking 29.(*) sumber : www.antara.co.id [Details...]

Pasar Obligasi Rupiah Dipengaruhi Oleh Sentimen Regional ; JIBOR Meningkat

December 5th, 2007

Pada hari Jum’at (2/11), Pasar Obligasi Rupiah dipengaruhi oleh sentiment regional ketika para investor mengurangi kepemilikan atas asset saham-saham yang sedang dijual di pasar. Di lain pihak, ekonomi fundamental Indonesia sedang ada dalam persimpangan jalan antara pertumbuhan dan inflasi. Kami mendengar rumor, Pemerintah telah menganggarkan biaya sekitar Rp 150 triliun untuk memaksimalkan anggaran belanja tahun 2007. Jika hal itu terjadi, target inflasi Pemerintah sebesar 6% mungkin tidak akan tercapai. Di pasar uang tercatat suku bunga JIBOR (USD) mengalami kenaikan dibandingkan dengan hari sebelumnya sehingga rate dalam kisaran 8.13% - 8.60%. Terjadi peningkatan rate 1.75 poin untuk periode 1 minggu, 0.09 poin untuk periode 1 bulan dan 0.04 poin untuk periode 3 bulan. Sedangkan pada periode 6 bulan terjadi kenaikan rate 0.03 poin dan pada periode 1 tahun terjadi kenaikan rate sebesar 0.01 poin dibandingkan dengan hari sebelumnya. Suku bunga SIBOR mengalami penurunan rate dibandingkan dengan hari sebelumnya sehingga rate berkisar antara 4.65% - 4.88%. Terjadi penurunan rate 0.02 poin pada periode 1 minggu, 0.01 poin untuk periode 1 bulan dan 0.03 poin untuk periode 3 bulan dan 6 bulan. Sedangkan untuk periode 1 tahun terjadi penurunan rate 0.05 poin dibandingkan hari sebelumnya. Lain halnya dengan suku bunga LIBOR, mengalami mixed rate dibandingkan dengan hari sebelumnya, sehingga rate dalam kisaran 4.62% - 4.87%. Terjadi peningkatan rate 0.01 poin untuk periode 1 minggu. Sebaliknya terjadi penurunan rate 0.01 poin untuk periode 1 bulan dan periode 3 bulan. 0.06 poin pada periode 6 bulan dan 0.13 poin untuk periode 1 tahun dibandingkan dengan hari sebelumnya. Obligasi Pemerintah FR02 harga tetap namun yield mengalami penurunan 0.01 poin. Obligasi FR27 dan FR34, harga turun sedangkan yield naik dengan rincian berikut: Obligasi FR27, harga turun 0.25 poin sedangkan yield naik 0.05 poin dan obligasi FR34, harga turun 0.3 poin sebaliknya yield naik 0.04 poin. Obligasi juga terjadi hal yang sama harga naik sedangkan yield turun dengan rincian berikut: Obligasi ORI001 harga naik 0.05 poin sedangkan yield turun 0.05 poin, ORI002 harga naik 0.2 poin sedangkan yield turun 0.09 poin dan ORI003 harga naik 0.1 poin sebaliknya yield turun 0.03 poin. Sementara itu obligasi FR15, FR37, ORI001, ORI002 dan ORI003 harga dan yield tetap sama dibandingkan hari sebelumnya. (BD) sumber : http://vibiznews.com [1] [1] http://vibiznews.com/ [Details...]

Menyongsong harga minyak dunia US$100 per barel : Diperlukan penyempurnaan manajemen migas

November 14th, 2007

Harga minyak mentah dunia tercatat menembus level US$96 per barel pada 1 November 2007. Tak ayal lagi, level ini merupakan harga nominal tertinggi dalam sejarah perminyakan dunia. Awal 2007, harga minyak mentah dunia masih sekitar US$60 per barel. Artinya, terjadi lonjakan harga 60% dalam waktu kurang dari setahun. Lonjakan harga minyak dunia yang sangat tinggi itu menyerupai apa yang terjadi sekitar 1973-an dan akhir 1979 yang dilanjutkan sampai 1980. Kedua lonjakan harga itu menyebabkan krisis minyak pertama dan kedua.Pada krisis kedua, misalnya, harga minyak mentah dunia sempat menembus level tertinggi, sekitar US$35 per barel, pada Agustus 1980. ?Harga nominal ini, kalau dihitung dengan nilai dolar AS saat ini (setelah memperhitungkan inflasi), atau setara US$101 per barel. Sejarah mencatat bahwa dampak krisis minyak pertama dan kedua terhadap perekonomian dunia sangat besar. Pertumbuhan ekonomi melambat secara signifikan disertai inflasi, tingkat suku bunga, dan pengangguran yang tinggi nyaris di semua negara, terutama negara industri dan negara berkembang pengimpor minyak. Sementara itu, negara-negara pengekspor minyak, termasuk Indonesia, justru memperoleh windfall profit yang sangat besar, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonominya. Dengan produksi minyak yang relatif masih tinggi, sekitar 1,6 juta barel per hari (bph) dan konsumsi BBM yang relatif rendah, sekitar 700.000 bph, Indonesia sempat menikmati rezeki nomplok dari lonjakan harga itu. Kini, dengan harga yang mendekati US$100 per barel, perekonomian dunia kembali mendapat ancaman pelambatan pertumbuhan dengan inflasi yang akan meningkat, selain ancaman dari dampak krisis kredit perumahan di AS. Dampak tak besar Meskipun kenaikan harga minyak kali ini lebih disebabkan oleh tingginya permintaan akibat pertumbuhan ekonomi tinggi-terutama di China, India, Brazil, Rusia, dan negara anggota OPEC-dampaknya diperkirakan tidak akan sebesar seperti pada krisis minyak pertama dan kedua.?? Pasalnya, ketergantungan ekonomi dunia pada minyak saat ini? relatif sudah sangat berkurang, baik dari sisi ekonomi makro maupun ekonomi energi, setiap negara. Sebagai contoh, pengeluaran untuk minyak? di negara konsumen utama minyak dunia (anggota OECD) pada awal 1980-an sekitar 7% dari GDP. Pada 2006, kendati harga minyak mentah dunia sudah menyentuh level US$70 per barel, oil expenditures hanya sekitar 3% dari GDP dan ekonomi dunia tetap tumbuh normal.? Hampir tidak ada negara yang pertumbuhan ekonominya negatif seperti pada krisis minyak pertama dan kedua. Dari sisi ekonomi energi, ketergantungan konsumsi energi pada minyak di awal 1980-an masih sangat besar,? sekitar 40% dari total konsumi energi dunia. Kini, struktur energy mix dunia sudah tidak terlalu tergantung pada minyak, kecuali untuk sektor transportasi, karena konsumsi minyak hanya sekitar 20% dari total konsumsi energi dunia. Meskipun harga minyak mentah menembus level US$100 per barel, ekonomi dunia diperkirakan tetap tumbuh positif dengan sedikit perlambatan. Apabila harga minyak mentah dunia terus naik di atas US$100 per barel, pertumbuhan ekonomi dunia pasti akan tergerus secara signifikan, inflasi dan pengangguran pun pasti melonjak. Mengingat minyak bumi merupakan energi yang tidak dapat diperbarui, perannya dalam rangka energy mix semakin mengecil, tetapi volume yang dibutuhkan secara absolut terus meningkat. Dengan demikian, seperti yang diintroduksir oleh Hotelling pada 1933, dalam jangka panjang harga minyak mentah dunia pasti meningkat terus minimal mengikuti tingkat suku bunga. Nyaris mustahil tren harga minyak mentah dunia akan semakin murah atau konstan dalam jangka panjang. Untuk itu, Indonesia yang dikaruniai kekayaan sumber daya migas yang masih relatif sangat besar (sekitar 80 miliar barel minyak dan 350 triliun kaki kubik gas) sudah seyogianya melakukan antisipasi kebijakan dengan menyempurnakan? manajemen pengelolaan migas nasional yang saat ini didasarkan atas UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas. Pasalnya, dengan UU tersebut,? yang merupakan bagian dari letter of intent (LoI) IMF, sudah terbukti Indonesia sangat dirugikan. Kerugian ini berupa anjloknya investasi eksplorasi pencarian cadangan baru sejak RUU Migas dibahas di DPR pada 1999 hingga saat ini dan setelah disahkan pada 2001. Akibatnya, produksi minyak mentah pun terus anjlok. Selain itu, potensi penerimaan negara yang sangat besar hilang, karena migas yang merupakan bagian negara dijual murah, mengingat harus dikembangkan dan dijual oleh pihak ketiga. Pengeboran eksplorasi, misalnya, turun dari 145 sumur pada 1998 menjadi hanya 90 sumur pada 1999. Eksplorasi ini bahkan terus menurun, karena investor lebih bersikap wait and see terhadap hasil pembahasan RUU Migas di DPR. Keengganan investor terus berlanjut, kendati RUU Migas sudah disahkan menjadi UU Migas. Harga? minyak mentah dunia yang mahal sejak 2004 dan sumber daya migas yang masih sangat besar, tampaknya tidak mampu menarik kembali investor untuk merealisasikan investasi pengeboran eksplorasi.? Hal ini disebabkan justru dengan UU Migas, proses investasi kini menjadi lebih panjang dan lebih birokratik, dari di bawah satu atap menjadi lima atap. Pasal 32 UU Migas menjauhkan investor, karena mereka harus membayar segala macam pajak dan pungutan, kendati belum berproduksi. Potensi rugi Dengan UU Migas, potensi penerimaan negara sangat dirugikan. Pasalnya, migas bagian negara yang berasal dari Kontrak Production Sharing (KPS) harus dijual lewat pihak ketiga. Penjualan LNG Tangguh menjadi bukti fenomenal kerugian negara dari sistem yang dikembangkan oleh UU Migas itu. Hal ini karena dijual supermurah, yakni US$3,35 per mmbtu, untuk masa 25 tahun. Bandingkan dengan harga jual LNG Badak saat ini. Dengan harga minyak mentah sekitar US$100 per barel, harga jual LNG Badak menjadi sekitar US$15 per mmbtu. Alasan bahwa LNG Tangguh terpaksa dijual murah, karena pasar LNG pada posisi buyer market saat ditandatanganinya sales agreement contract pada 2002, sangat naif. Hal ini mengingat harga gas/LNG dunia selalu berfluktuasi mengikuti harga minyak mentah. Sebelum 2002, harga gas/ LNG paling tidak pernah mengalami posisi buyer market? sebanyak dua kali, kemudian naik/pulih lagi! Suatu saat harga gas/LNG turun, saat yang lain harganya naik. Sangat gegabah mematok harga jual gas milik negara dari LNG Tangguh dengan harga minyak mentah pada level US$38 per barel yang tidak boleh naik untuk masa 25 tahun. Belum lagi ada ketidakjelasan pengelolaan aset negara di bidang perminyakan bekas KPS, karena status BP Migas bukan berbentuk badan usaha, sehingga tidak mampu mengelolanya. sumber : http://www.pelangi.or.id/ [Details...]

Tertarik dengan Manajemen Risiko

October 23rd, 2007

 Tadi siang baca-baca tentang manajemen risiko, langsung ditulis deh di blog ini :  Bagaimana strategi bisnis dapat mempengaruhi profil risiko bank?  Risiko strategis adalah risiko yang berkaitan dengan keputusan jangka panjang oleh manajemen bank maupun implementasi dari keputusan strategis. Risiko strategis mirip dengan risiko bisnis, namun berbeda dalam durasi dan pentingnya keputusannya, dimana risiko strategis berkaitan dengan keputusan tentang : -         pada bisnis mana bank akan melakukan investasi -         bisnis mana yang akan diakusisi oleh bank; dan/atau -         di mana dan sejauh mana bisnis-bisnis yang ada akan dilepaskan atau di jual.   Strategi bisnis akan mempengaruhi profil risiko bank secara keseluruhan, hal ini seperti : - Strategi pengelolaan lending akan menciptakan profil dan risiko - Strategi pengelolaan asset/liabilities dan treasury akan menimbulkan risiko pasar - Risiko operasional akan dipengaruhi oleh produk/clien strategy dan kondisi usaha bank Sebagai contoh : Bank yang menghimpun dana melalui sumber-sumber yang stabil dan meminjamkannya kepada nasabah-nasabah yang memiliki kualitas bagus akan dapat mengurangi tingkat risiko pasar (jika match funds), memperkecil risiko kredit (misalnya investment grade) dan risiko operasional (dengan mempertahankan model bisnis yang sederhana).   Contoh-contoh bagaimana strategi bisnis dapat mempengaruhi : -         credit risk-         market risk-         operational risk  Contoh-contoh strategi bisnis : -         credit risk Review atas produk-produk yag berisiko kredit tinggi (pinjaman korporasi jangka panjang/jangka pendek Un-drawn LC. Struktur produk-produk yang berisiko kredit tinggi (penetapan harga/Pricing Grids) Strategi akusisi kredit (client profitability analysis/portofolio of client credit; penetapan harga yang lebih baik untuk transparansi dari client; serta monitor client risk) Manajemen Kredit Aktif (Credit Disposal : Sekuritisasi dan exit strategies) Change of credit product mix ( perubahan dari penggunaan modal tinggi pada korporasi jangka panjang yang berkualitas rendah dengan penggunaan untuk SME); memegang lebih sedikit obligasi pemerintah. -         market risk 1. Review atas produk market yang berisiko tinggi : FX Loans : Uji pricing/profitabilitas/risiko 2.   Review atas manajemen asset/liabilities 3.   white labeling of high market risk products (membeli dari bank lain)  -         operational risk 1. Review atas produk-produk yang berisiko operasional tinggi : trade finance/payments/FX dll. (Uji pricing/profitabilitas/risiko 2.   white labeling of high operational risk products (membeli dari bank lain)     Strategi-strategi bagaimana suatu bank dapat menerapkan Pillar 1,2 dan 3 Basel II: Pilar 1 : -  Masing-masing bank harus memilih tingkatan implementasi manajemen risiko untuk masing-masing jenis risiko -  Untuk risiko kredit, bank harus memilih pendekatan standardized, IRB atau Advanced IRB. Pada risiko operasional : basic indicator, standardized atau advanced approach. -    Tingkat implemntasi harus sesuai dengan tingkat risiko. -    Collect Data (dari sekarang) -   Develop Strategy (pengembangan strategi implementasi : perubahan organisasi, ketentuan; upgrade system dll) -   Budget for implementation strategy -   Calculation for capital needs under pilar 1 -   Quantify capital needs (perhitungan kecukupan modal); increase in capital (mengeluarkan saham baru,new types of equity linked notes; lebih banyak laba di tahan, merger    Pilar 2 : -         Open comuniction with Bank Indonesia -         Business plan to be presented Bank Indonesia -         Model perhitungan risiko disetujui Bank Indonesia -         Penyampaian data ke Bank Indonesia  Pilar 3 : -         Keterbukaan informais kepada investors dan pasar (pengungkapan rencana bisnis; kalkulasi risiko & pengungkapnnya; balance antara informasi strategis dengan kecukupan pengungkapan yang disampikan kepada public)   [Details...]

SMS DARI KOTA HUJAN ……(BOGOR)

October 23rd, 2007

Malam ke tiga di negeri singa, sekarang saya buka internetnya langsung dikamar saja, biayanya lebih murah ambil paket untuk 7 hari seharga $80, biar capeh deh saya.   Sedang asik-asiknya online, ada sms masuk ke handphone, dari bu yati bogor, langsung isinya “tidur di park hotel yah?”, saya kaget kok tau?, padahal saya tidka bilang ke siapa-siapa, bahwa saya nginap di park hotel. Tapi bingung langsung sirna’ the bu yati bilang sedang buka blog www.zaenal-aripin.com [1]; he…he ketahuan…saya malam kemarin khan isi tulisan, dan didalamnya dibilangin saya online di loby park hotel……punten lupa……   Serasa ada temen, ada yang buka blog saya di kota hujan bogor, sedangkan saya buka blog di negeri singa.   Hari ini saya banyak diam di kamar, karena semalam banyak kerjain tugas sampai subuh tuh…, yah harus ada imbalan tidur siang walaupun hanya nambah 2 jam, tapi tidak lupa sholat subuh kok……   Barusan saya mencoba makan di tempat lain; yaitu makan soto betawi, menunya enak juga, kaya kuliner gitu………   Saya berpikir, bagaiman yah, kalau kantor saya buka kantor cabang disingapore asik juga tuh……; dan mungkin akan setuju bila ibu yati yang lagi buka website saya ditugaskan di Singapore……setuju gak yah?.   Salam untuk temen-temen dan warga bogor yang saya hormati, untuk keluarga ibu yati juga…………….. [1] http://www.zaenal-aripin.com/ [Details...]

7 Hari Di Negeri Singa

October 22nd, 2007

Tidak terasa sudah 2 malam nih di singapura dari 7 malam yang direncanakan, tidak kerasan juga jauh sama orang-orang tercinta, terkenang istri juga anak-anak di rumah. Abis jalan-jalan di sekitar orchard sambil makan malam, tidak kuat juga tidak melihat website-website saya juga blog ini; di loby hotel (Park Hotel) ada Business Centre langsung saya beli voucer seharga $ 10 untuk 2 jam, dan langsung deh buka-buka website mulai dari www.detiek.com [1], www.infoanyar [2], www.inkubator-bisnis.com [3] dan lainnya termasuk blog tercinta www.zaenal-aripin.com [4]. Bingung blog ini mau diisi apa?, dari mana saya memulai menulisnya, tapi yah sambil mengisi waktu yang tinggal 100 menit ini disis saja apa yang ada di kepala.   Saya barusan jalan sepanjang orchard, kalau di bandung mungkin saya tidak menyempatkan jalan-jalan sendirian di alun-alun, king ataupun jalan braga, tetapi disini walaupun tidak belanja  karena tempat makan nya lumayan perlu jalan kaki dari hotel yaitu di “resto Surabaya” , abis makan saya nyempetin beli es krim kaki lima, enak juga sambil jalan kaki makan es krim.   Tapi walau bagaimanapun jalan-jalan terasa sepi tanpa dibarengi anak-anak dan istri tercinta; walaupun terkadang kalau bawa anak-anak biasnaya dielingi rewel, tapi emang menyenangkan hidup sama keluarga teh  he…he.   Singapura tidak terlalu berubah jauh menurut penilaian saya, sudah ke empat kunjungi ke negeri singa ini; tapi memang terasa suasana disiplin dan rapi.   Iya yang sangat menarik bagi bagi saya adalah, banyak pohon-pohon rindang yang terletak hampir diseluruh kota dan area lainnya; seperti poho-pohon ini menjadi barang yang sangat berharga, seakan-akan pohon-pohon rindang ini yang melindungi kota singa ini.   Sori… alagi enak-enak menulis, ada sms nih dari istri saya, yang mengatakan lagi sakit kepala; sudah saya suruh makan obat, tapi lupa tidak menanyakan kabar anak-anak he…he.   Saya menulis tentang singapura bukan berarti saya tidak mencintai Indonesia, so pasti negeri tercinta tetap Indonesia. Saya berharap suatu nanti Indonesia menjadi bangsa yang besar dengan  kehidupan masyarakatnya “gemah ripah lohjinawi, adil dan makmur, mudah-,mudahan, amiiin.   [1] http://www.detiek.com/ [2] http://www.infoanyar/ [3] http://www.inkubator-bisnis.com/ [4] http://www.zaenal-aripin.com/ [Details...]

Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir & Bathin

October 15th, 2007

Jika seluruh BULAN adalah NODA maka RAMDHAN lah PEMUTIHNYA. Jika semua HARTA adalah RACUN maka ZAKAT lah PENAWARNYA. Jika seluruh UMUR adalah DOSA maka TOBAT n SALING MEMAAFKAN lah SUCINYA. <a href=http://www.detiek.com><img src= http://detiek.com/images/04-b.jpg [1] align=left idth="250" height="190" border="3"/></a> [1] http://detiek.com/images/04-b.jpg [Details...]

Ukurannya, Bangkit Lagi

October 15th, 2007

Jangan ukur seseorang dengan menghitung berapa kali dia jatuh, ukurlah ia dengan beberapa kali dia sanggup bangkit kembali. Seseorang yang mampu bangkit kembali setelah jatuh, tidak akan putus asa. Menyedihkan, mendengar bahwa banyak orang seperti mereka, setelah sekali dua kali gagal, memilih untuk menetap di situ dan akhirnya mati sebagai orang yang sebenar-benarnya gagal, tersungkur, dan tidak bangkit lagi. Apakah kualitas diri kita akan membantu bangkit kembali setelah kita terjatuh? Kualitas diri sendiri adalah sesuatu yang mesti saya sebutkan, karena kalau tidak, makna buku ini tidak sempuma. ”Tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menggantikannya. Bakatpun tidak; Banyak sekali orang berbakat yang tidak sukses. Kejeniusanpun tidak; Jenius yang tidak sukses sudah hampir menjadi olok-olokan. Pendidikanpun tidak; dunia ini penuh dengan orang terpelajar. Hanya kemauan dan ketabahan saja yang paling ampuh.” Ya, ketabahan, yakni kemampuan bangkit kembali untuk kesekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai dan batu, air sungai senantiasa menang  bukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan. Seberapa jauh Anda jatuh tidak menjadi masalah, tetapi yang penting seberapa sering Anda bangkit kembali. Apabila Anda dapat terus mencoba setelah tiga kegagalan, Anda dapat mempertimbangkan diri untuk menjadi pemimpin dalam pekerjaan Anda sekarang. Jika Anda terus mencoba setelah mengalami belasan kegagalan, ini berarti benih kejeniusan sedang tumbuh dalam diri Anda. Seperti Thomas Alfa Edison, saat ditanya, bagaimana ia bisa bertahan setelah ribuan kali gagal? Penemu bola lampu dan pendiri perusahaan kelas dunia, General Electric ini menjawab, ”Saya tidak gagal, tetapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.”  Sungai Colorado mengalir tabah terus-menerus, melahirkan Grand Canyon. Charles Goodyear yang tekun, membuahkan ban yang memungkinkan kendaraaan melaju kencang. Tabahnya Wright bersaudara membuahkan pesawat terbang. Bethoven, mengisi dunia dengan musik inspiratif, John Milton membuahkan karya puisi indah yang menyejukkan hati, perempuan tuna netra yang tegar Helen Keller, memberikan harapan kepada semua orang cacat, ketabahan Abraham Lincoln membuatnya terpilih menjadi presiden. Dan, tentu, Thomas Alfa Edison, memberi kita cahaya listrik. Kesuksesan tergantung pada kekuatan untuk bertahan. Kurang tabah merupakan salah satu alasan orang gagal dalam bisnis, politik, dan kehidupan pribadi. Setiap orang sukses menyatakan bahwa kesuksesan hanya berada di luar ketika mereka yakin idenya akan berhasil.” Dr. Napoleon Hill [Details...]

« Previous PageNext Page »