Mendorong UMKM Melalui Waralaba
September 19th, 2010
Pada krisis ekonomi yang lalu ketika sejumlah sektor ekonomi turut terkena imbas bahkan sebagian besar mengalami kemerosotan, UMKM justru tetap kokoh berdiri. Namun, perkembangan UMKM di Indonesia belum menunjukkan angka yang menggembirakan. Adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) akan ikut berpengaruh pada sektor UMKM karena akan meningkatkan biaya produksi UMKM. Oleh karena itu, perlu dicari solusi untuk mengembangkan UMKM dengan meminimalisasi permasalahan. Berbagai upaya dilakukan pemerintah serta lembaga-lembaga lainnya dalam mengembangkan UMKM, di antaranya, mewajibkan bank untuk menyediakan produk pendanaan khusus untuk UMKM, menyelenggarakan pameran yang diikuti berbagai UMKM, menetapkan kewajiban kepada BUMN untuk menyisihkan labanya satu persen-lima persen untuk pengembangan UMKM, mengembangkan beberapa sentra industri kecil pada beberapa wilayah, serta mengembangkan program kemitraan dengan usaha besar. Namun, tak dapat dimungkiri, upaya-upaya tersebut tetap belum mampu mengembangkan UMKM secara optimal. Alternatif Saat ini, bermunculan berbagai alternatif pengembangan usaha, di antaranya melalui waralaba dan mitralaba. Tren yang sedang digemari pelaku bisnis yaitu mewaralabakan semua jenis usaha mulai dari rumah makan, burger, singkong goreng, pisang goreng, martabak, hingga ke dunia pendidikan, properti, dan lain-lain. Sementara melalui pola mitralaba yang merupakan hasil adopsi sistem waralaba, tetapi dengan pola syariah, pelaku usaha hanya perlu memenuhi persyaratan yang lebih mudah. Dalam sistem mitralaba, standardisasi tetap dipertahankan sebagaimana yang diterapkan dalam waralaba. Sementara beberapa persyaratan yang dihilangkan yaitu royalty fee, franchise fee, renewal fee, marketing fee, dan biaya-biaya lain yang tidak berkaitan langsung dengan hasil kinerja usaha. Mitralaba ini menggunakan konsep bagi hasil syariah mudharabah dan musyarakah. Pola waralaba menjadi pilihan usaha yang diminati karena memberikan beberapa keuntungan bagi pelaku usaha baik sebagai pewaralaba (franchisor) maupun franchisee. Menurut sejumlah ahli dari berbagai sumber, keuntungan yang dapat diraih oleh franchisee adalah memperoleh pelatihan dari pewaralaba modal lebih kecil, risiko bisnis relatif kecil, tidak perlu melakukan riset dan pengembangan produk serta promosi, dapat memperoleh informasi dengan mudah, mendapat akses ke sumber-sumber pinjaman modal. Sementara keuntungan bagi pewaralaba adalah jaringan usaha dapat diperluas dengan lebih cepat tanpa membutuhkan modal dan tenaga serta waktu, biaya operasional berkurang karena biaya operasional outlet ditanggung franchisee, memiliki risiko lebih rendah, bargaining position semakin kuat seiring dengan semakin bertambahnya outlet. Melihat keuntungan yang dapat diperoleh dari sistem waralaba dan mitralaba serta prospek pengembangannya di Indonesia, tidak ada salahnya apabila UMKM mengadopsi pola waralaba tersebut. Adapun hal-hal yang dapat diadopsi oleh UMKM pada sistem waralaba yaitu, pertama penetapan standar baku. UMKM perlu memiliki standar baku yang terkait dengan proses produksi ataupun standar kualitas barang/jasa. Walaupun bersifat sederhana, tetapi standar baku tersebut sebaiknya terdokumentasikan dengan baik dan mudah dibaca serta diaplikasikan. Diharapkan dengan adanya standar baku tersebut, kendali mutu dapat dilaksanakan dengan baik. Kedua, sistem pembukuan (manajemen keuangan) yang baik. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat mengetahui hasil produksi dan keuntungan usaha kapan pun diperlukan. Hal ini juga mempermudah proses pengajuan kredit ke bank. Ketiga, peningkatan kualitas SDM. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan berbagai instansi/lembaga terkait. Keempat, ciri khas usaha. UMKM perlu menciptakan ciri khas usaha masing-masing yang membedakan hasil produksi usahanya dibandingkan dengan pelaku usaha lainnya. Ciri khas usaha tersebut dapat dilihat dari: variasi produk, nama/merek, teknik pelayanan. Kelima, pendaftaran merek. Merek sebagai salah satu ciri khas usaha perlu didaftarkan kepada instansi terkait. Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman pada 24 Juni 2010 antara Kementerian Hukum dan HAM dengan Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) tentang pemanfaatan sistem HKI bagi UKM, ke depan, para pelaku bisnis akan memperoleh kemudahan untuk mendaftarkan mereknya. Keenam, promosi. Berbeda dengan perusahaan berskala besar yang menganggarkan biaya promosi dalam jumlah besar, promosi pada UMKM dapat dilakukan dengan metode yang sangat sederhana bahkan terbilang gratis. Metode promosi yang dapat dilakukan yaitu metode word of mouth. Pelaku UMKM hanya perlu memuaskan pelanggannya dan memberikan imbauan kepada pelanggan untuk mempromosikan produk/jasa UMKM kepada saudara/teman/dan kerabat lainnya. Ketujuh, semangat entrepreneurship. Semangat entrepreneurship sangat diperlukan untuk mempertahankan eksistensi UMKM di tengah persaingan usaha yang kian ketat. Dapat ditarik kesimpulan, untuk mengembangkan UMKM di Indonesia, perlu upaya untuk memperbaiki pengelolaan UMKM terutama dari sisi pengusaha UMKM. Dengan melihat kesuksesan yang diraih usaha waralaba akibat sistem pengelolaannya yang terstruktur, pengusaha UMKM dapat mengadopsi pola pengelolaan waralaba ataupun mitralaba tadi. Diharapkan dengan mengadopsi pola tersebut, UMKM Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang.***Oleh Zaenal Aripin Penulis, praktisi perbankan dan pengamat pemasaran. sumber : http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=146919 Low Cost Php Scripts & Ebook Online Store http://www.phpscriptsonline4u.com [1] [1] http://www.phpscriptsonline4u.com [Details...]
Wisata Menjadikan UMKM Bergeliat
September 8th, 2010
INDONESIA terkenal kaya dengan ragam budaya, begitu juga dengan banyaknya peninggalan nenek moyang yang sampai saat ini masih kita rasakan. Bahkan, bukti-bukti peninggalan bersejarah itu dimanfaatkan sebagai daerah kunjungan wisata. Sebagai contoh di Jawa Barat, kita mengenal seperti Gunung Tangkubanparahu, Candi Cangkuang, dan Situ Bagendit di Garut, Talagawarna Puncak, Situ Ciburuy, Gua Pawon, Situ Cileunca Pangalengan, situs purbakala Cipari Sigugur Kuningan, menjadi tujuan utama wisata. Berkunjung ke tempat-tempat wisata, kita sering menemui gambaran ketika wisatawan dikerubuti para pedagang, yang tidak saja menawarkan makanan dan minuman, tetapi juga produk-produk kerajinan daerah sekitar. Hal ini jelas bahwa kalau kita membicarakan masalah pariwisata, otomatis kita juga membahas mengenai penunjang lainnya, termasuk masalah pedagang. Untuk para wisatawan hal tersebut merupakan kebutuhan utama, karena biasanya orang akan berkunjung ke tempat wisata dengan menghabiskan waktu minimal dua jam atau bahkan seharian. Dengan demikian, mereka memerlukan santapan ringan maupun santapan berat, termasuk keinginan membeli cendera mata yang merupakan ciri khas daerah tersebut, sebagai oleh-oleh. Dengan fenomena tersebut, kiranya tidak berlebihan bila pemerintah bisa lebih memperhatikan pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui pariwisata, di samping terlebih dahulu mengembangkan sarana dan fasilitas di tempat wisata yang akan dijadikan objek pengembangan. Kita perlu juga lebih fokus untuk mengembangkan suatu daerah wisata disertai dengan pengembangan kewirausahaan di daerah sekitar. Dimungkinkan, ada keterkaitan antara peningkatan kunjungan wisatawan dan peningkatan pendapatan masyarakat sekitar, yang notabene akan menggerakkan juga terhadap roda ekonomi yang otomatis juga terkait dengan perkembangan UMKM. Untuk pengembangan pariwisata dan UMKM jelas tidak bisa terlepas dari peran serta pihak pemerintah. Dalam hal ini pemerintah kabupaten/kota, maupun pemerintah provinsi, sebagai stimulus yang selanjutnya bisa mengajak peran serta pihak swasta untuk bergabung dalam pengembangan wisata dan UMKM tersebut. Kalau perlu, dalam pengembangan daerah wisata, bisa dibuat grand design mana yang akan dikelola pemerintah, mana yang menjadi ranah swasta atau investor, termasuk segmen mana yang bisa diisi oleh UMKM, sehingga dalam pengelolaan selanjutya tidak berbenturan. Khusus untuk pengembangan UMKM, diperlukan bantuan konsultansi atau pendampingan. Kita berharap, apabila pola-pola tersebut telah diterapkan, kemungkinan besar wisata memang akan menjadikan UMKM bergeliat. Inilah yang kita harapkan selama ini. Jadi wisata akan menjadi area market yang sangat potensial bagi produk-produk UMKM, yang akhirnya UMKM semakin maju. Ir. Dr. Zaenal Aripin, M.Si. Praktisi perbankan dan pengamat pemasaran, Sekretaris IKA Unpad Komda Bandung. sumber : http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=155410 [Details...]
Berikut ini info teranyar dari google beberapa kiat penting agar kampanye di Google Adwors berhasil
March 25th, 2010
Tatalah kampanye menurut tema Dalam setiap kampanye, buat grup iklan terpisah untuk setiap produk, merek, atau jenis layanan yang Anda tawarkan. Masing-masing grup iklan kemudian akan memiliki seperangkat kata kunci dan iklan yang sangat terkait yang cocok dengan tema tertentu. Dengan melakukan ini, iklan Anda dapat menyorot dengan tepat hal yang ditelusuri pelanggan. Pilihlah kata kunci dengan cermat Gunakan kata kunci khusus yang terkait langsung dengan tema grup iklan dan laman landas. Kata kunci yang terlalu luas dapat menurunkan kinerja dengan menghasilkan banyak tayangan iklan namun sedikit klik. Kata kunci satu kata kemungkinan besar terlalu umum; jadi, gunakan frasa dengan dua atau tiga kata. Gunakan Alat Kata Kunci untuk menghasilkan gagasan kata kunci. Cantumkan kata kunci dalam teks iklan Cantumkan kata kunci dalam teks iklan (khususnya judul) untuk menunjukkan kepada pengguna bahwa iklan berkaitan dengan penelusuran. Jika iklan ditayangkan ketika pengguna menelusuri kata kunci dalam grup iklan, kata kunci akan muncul dalam huruf tebal pada teks iklan. Gunakan URL tujuan yang benar Pastikan bahwa URL tujuan (laman landas) yang Anda pakai untuk setiap iklan adalah laman paling relevan di dalam situs -- idealnya, satu laman yang disiapkan khusus untuk produk atau layanan tertentu yang disorot dalam iklan. Pantau keberhasilan Anda Untuk membuat keputusan beralasan mengenai cara mengoptimalkan kampanye, tinjau statistik kampanye. Untuk mengukur keberhasilan Anda, pakailah pelacakan konversi guna melihat iklan dan kata kunci yang paling menghasilkan dalam bisnis. Untuk menunjang bisnis di internet khususnya bagi pemula selain belajar kepada guru-guru marketing, kita juga perlu alat-alat seperti website, produk yang akan di jual, tool marketing, ebook, dll, saya rekomedasikan kunjungi store phpscriptsonline4u.com yang menyediakan keperluan tersebut dengan harga yang terjangkau dan bisa kita jual kembali. Untuk contoh produk yang sudah online yang disediakan oleh phpscriptsonline4u.com bisa dilihat oleh anda adalah zet2.com , clickbankstore.zet2.com atau , easyCBstore.zet2.comwebsite tersebut khusus untuk link-link produk clickbank dengan user produk punya kita semuanya, jadi semua hasil dari penjualan melalui link website adalah milik kita. Sedangkan untuk contoh website yang menjual produk punya kita hasil modifikasi dari produk yang dijual di phpscriptsonline4u.com adalah relievingyoursacne.com, termasuk ebook produknya sudah disediakan; nah untuk ini website ini kita harus daftarkan ke clickbank supaya bisa dibantu dalam penjualan oleh ahli-ahli marketing di dunia maya, asik khan! Semoga Berhasil, Mulai Sekarang! Mulai hari Ini! Mulai Action! [Details...]
Info Anyar Bisnis Clickbank
March 25th, 2010
Clickbank saat ini bisa dikatakan sedang top di dunia bisnis internet, apalagi setelah diperbolehkannya warga indonesia untuk bergabung di bisnis tersebut mengikuti langkah yang telah dilakukan paypal beberapa tahun sebelumnya. Hal ini merupakan peluang yang besar untuk para markete di negeri kita ini. Saat ini sudah banyak yang menawarkan pola-pola untuk pemula bagaimana cara-cara bisnis di clickbank tersbut. hal ini merupakan pedoman bagaimana selak beluk bisnis clickbank., dalam clickbank selain kita bisa menjadi penjual untuk produk orang lain, ada pola lain yaitu kita yang punya produk bisa gandeng clickbank untuk media bagi para marketer di dunia untuk memasarkan produk kita tersebut. sebagai rasa berbagi untuk teman-teman pemula ada beberapa wesbite mengenai produk-produk clickbank, toko-toko yang menjual produk yang ada di clickbank, kita bisa juga mempunyai toko tersbut, jadi kita cuma memasarkan toko kita dengan user kita, dan apabila ada orang yang membeli via toko kita; kita yang dapat untung, prakti kan. phpscriptsonline4u [1] For Just £29.99! We offer you a Wide Selection of Php Scripts, Turnkey Websites, Software, Graphics, Ebooks and more at the Lowest Prices Online with Instant Downloads and Resell Rights! Purchase Our 1000+ Turnkey Websites & Php Scripts Business Package [2]  zaenal-arifin [3].com zaenal arifin website infoanyar [4].com Berita teranyar untuk kita semua saguling [5].com Toko buku dan Marcendise Online ruangkencan.com [6] ruang kencan dan untuk mencari teman curhat detiek.com [7] Berita teranyar untuk kita semua inkubator-bisnis.com [8] Majalah Online Msayarakat Bisnis mitrawaralaba.com [9] Paket bisnis UMKM & Waralaba onlinepulsa.com [10] Pusat pulsa murah all operator online outlet-bisnis.com [11] pusat dan outlet bisnis online zet2.com [12] All Business Clickbank store relievingyoursacne.com [13] Relieving Your Acne peluangkerjaan.com [14] Pusat informasi dan mencari lowongan kerjaan clickbankstore.zet2.com [15] ClickBank Product Store EasyCBstore.zet2.com [16] ClickBank Product Store 10rulesofFatLoss.zet2.com [17] 10 rules of fatt loss in ClickBank Product 37daystocleancredit.zet2.com [18] 37 days clean credit in ClickBank Product acnecanbestopped.zet2.com [19] acne can be stopped in ClickBank Product ApproachMeetAnyWomanTrick.zet2.com [20] Approach Meet Any Woman Trick [21] in ClickBank Product AutomaticRobotForex.zet2.com [22] Automatic Robot Forex [23] in ClickBank Product bloggingtothebank.zet2.com [24] blogging to the bank [25] in ClickBank Product bodybuilding.zet2.com [26] blogging to the bank [27] in ClickBank Product cheapflightsfreeworld.zet2.com [28] cheap flights free world [29] in ClickBank Product clickbankbonusdomination.zet2.com [30] clickbank bonus domination [31] in ClickBank Product curehemorrhoid.zet2.com [32] curehemorrhoid [33]in ClickBank Product dogfoodsecrets.zet2.com [34] dog food secrets in ClickBank Product DUIProcessManual.zet2.com [35] DUI Process Manual in ClickBank Product eart4energy.zet2.com [36] eart 4 energy in ClickBank Product forexautomaticsoftware.zet2.com [37] forex automatic softwarein ClickBank Product getgoogleadsfree.zet2.com [38] get google ads free in ClickBank Product golfswingguru.zet2.com [39] golf swing guruin ClickBank Product GolfTrainingGuide.zet2.com [40] Training Guide in ClickBank Product governmentrecordssearch.zet2.com [41] government records search in ClickBank Product LearnHowToPlayGuitar.zet2.com [42] Learn How To Play Guitar in ClickBank Product LegitOnlineJobs.zet2.com [43] Legit Online Jobs in ClickBank Product magiofmakingup.zet2.com [44] magi of making up in ClickBank Product MoneySiphonSystem.zet2.com [45] Money Siphon System in ClickBank Product mp3playermusicunlimited.zet2.com [46] mp3 player music unlimited in ClickBank Product ovariancystcures.zet2.com [47] ovariancy stcures in ClickBank Product paidsurveys.zet2.com [48] paid surveys in ClickBank Product pdfcreator.zet2.com [49] pdf creator in ClickBank Product quitsmokingtoday.zet2.com [50] quit smoking today in ClickBank Product recipesecrets.zet2.com [51] recipe secrets in ClickBank Product RegistryCleanerFix.zet2.com [52] Registry Cleaner Fix in ClickBank Product rocketpiano.zet2.com [53] rocket piano in ClickBank Product startsellonebay.zet2.com [54] start sell on ebay in ClickBank Product thebadbreathreport.zet2.com [55] the bad breath report in ClickBank Product thelawofattraction.zet2.com [56] the law of attraction in ClickBank Product TheMillionaireLeague.zet2.com [57] The Millionaire League in ClickBank Product TheOneMinuteCure.zet2.com [58] The One Minute Cure in ClickBank Product TheRealMoneyForexRobot.zet2.com [59] The Real Money Forex Robot in ClickBank Product trutaboutabs.zet2.com [60] trut about abs in ClickBank Product undergroundhypnosis.zet2.com [61] under ground hypnosis in ClickBank Product WeightLoss.zet2.com [62] Weight Loss in ClickBank Product WeightLossPrograms.zet2.com [63] Weight Loss Programs in ClickBank Product  woodworkingPlans wood working Plans in ClickBank Product [64] [1] http://www.phpscriptsonline4u.com/ [2] http://www.phpscriptsonline4u.com/index.php?mod=descr&id_desc=486 [3] http://www.zaenal-aripin.com/ [4] http://www.infoanyar.com/ [5] http://www.saguling.com/ [6] http://www.ruangkencan.com/ [7] http://www.detiek.com/ [8] http://www.inkubator-bisnis.com/ [9] http://www.mitrawaralaba.com/ [10] http://www.onlinepulsa.com/ [11] http://www.outlet-bisnis.com/ [12] http://www.zet2.com/ [13] http://www.relievingyoursacne.com/ [14] http://www.peluangkerjaan.com/ [15] http://www.clickbanstore.zet2.com/ [16] http://www.easyCBstore.zet2.com/ [17] http://www.10rulesofFatLoss.zet2.com/ [18] http://www.37daystocleancredit.zet2.com/ [19] http://www.acnecanbestopped.zet2.com/ [20] http://www.ApproachMeetAnyWomanTrick.zet2.com/ [21] http://www.ApproachMeetAnyWomanTrick.zet2.com/ [22] http://www.AutomaticRobotForex.zet2.com/ [23] http://www.automaticrobotforex%3cu%3e%3cu%3e%3cu%3e%3cu%3e%3c/u%3E%3C/u%3E%3C/u%3E%3C/u%3E.zet2.com/ [24] http://www.bloggingtothebank.zet2.com/ [25] http://www.bloggingtothebank.zet2.com/ [26] http://www.bodybuilding.zet2.com/ [27] http://www.bodybuilding.zet2.com/ [28] http://www.cheapflightsfreeworld.zet2.com/ [29] http://www.cheapflightsfreeworld.zet2.com/ [30] http://www.cheapflightsfreeworld.zet2.com/ [31] http://www.clickbankbonusdomination.zet2.com/ [32] http://www.curehemorrhoid.zet2.com/ [33] http://www.curehemorrhoid.zet2.com/ [34] http://www.dogfoodsecrets.zet2.com/ [35] http://www.DUIProcessManual.zet2.com/ [36] http://www.eart4energy.zet2.com/ [37] http://www.forexautomaticsoftware.zet2.com/ [38] http://www.getgoogleadsfree.zet2.com/ [39] http://www.golfswingguru.zet2.com/ [40] http://www.GolfTrainingGuide.zet2.com/ [41] http://www.governmentrecordssearch.zet2.com/ [42] http://www.LearnHowToPlayGuitar.zet2.com/ [43] http://www.LegitOnlineJobs.zet2.com/ [44] http://www.magiofmakingup.zet2.com/ [45] http://www.MoneySiphonSystem.zet2.com/ [46] http://www.mp3playermusicunlimited.zet2.com/ [47] http://www.ovariancystcures.zet2.com/ [48] http://www.paidsurveys.zet2.com/ [49] http://www.pdfcreator.zet2.com/ [50] http://www.quitsmokingtoday.zet2.com/ [51] http://www.recipesecrets.zet2.com/ [52] http://www.RegistryCleanerFix.zet2.com/ [53] http://www.rocketpiano.zet2.com/ [54] http://www.startsellonebay.zet2.com/ [55] http://www.thebadbreathreport.zet2.com/ [56] http://www.thelawofattraction.zet2.com/ [57] http://www.TheMillionaireLeague.zet2.com/ [58] http://www.TheOneMinuteCure.zet2.com/ [59] http://www.TheRealMoneyForexRobot.zet2.com/ [60] http://www.trutaboutabs.zet2.com/ [61] http://www.undergroundhypnosis.zet2.com/ [62] http://www.WeightLoss.zet2.com/ [63] http://www.WeightLossPrograms.zet2.com/ [64] http://www.woodworkingPlans.zet2.com/ [Details...]
Tanggung Jawab Dakwah
March 18th, 2010
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodohâ€. (QS. Al Ahzab: 72) Tugas dan tanggung jawab adalah tuntutan kehidupan yang tak bisa dielakan. Manusia yang brilian tidak akan pernah lari darinya. Sekalipun ia amat melelahkan dan banyak bahkan kadang lebih banyak dari waktu yang tersedia. Malah tanggung jawab itu sering tidak dapat dituntaskan sehingga perlu dilanjutkan oleh yang lain. Karena ia datang terus menerus seiring berjalannya waktu. Semakin bergulir semakin banyak tugas dan tanggung jawab yang mesti dipikul. Ia muncul dan terus muncul sesuai dengan tuntutan zamannya. Terlebih lagi tanggung jawab terhadap dakwah (mas’uliyatud da’wah). Seorang pendaki gunung pernah berujar, ‘Naik gunung itu amat melelahkan, berat dan cape. Akan tetapi bila sudah sampai di puncak maka kita akan merasakan nikmatnya berada di puncak gunung. Namun bila kita lengah maka akan menjadi mara bahaya sebab banyak jurang yang dalam yang siap menelan kita’. Ungkapan ini bila dikaitkan dengan perjalanan dakwah memiliki kemiripan. Ketika perjalanan dakwah ini meniti jalan kemenangannya terasa memang berat dan melelahkan. Akan tetapi di saat mencapai cita-citanya ada rasa senang dan sekaligus perasaan galau lantaran beratnya memikul amanah dan tanggung jawab yang jauh lebih besar lagi. Taruhannya adalah kekuatan mengemban amanah dan kepercayaan umat. Bila gagal maka gelembung manusia yang berhimpun itu akan lari meninggalkan barisan dakwah ini. Sekalipun tanggung jawab selalu datang namun kader dakwah tidaklah boleh mengeluh dan kecewa terhadapnya. Kader harus selalu memandang bahwa tanggung jawab merupakan sesuatu yang dapat memuliakan dirinya. Meski ia kesulitan untuk memikulnya. Sehingga bila telah selesai menunaikan satu tanggung jawabnya maka ia perlu menyiapkan diri untuk segera melaksanakan tugas barunya. Sebagaimana firman Allah SWT. ‘Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lainâ€. (QS. Al Insyirah: 7). Hari-hari kemarin yang telah kita lalui sudah kita pergunakan untuk memperlebar jaringan dakwah. Agar umat manusia banyak berhimpun di jalan yang mulia ini. Telah banyak upaya yang kita lakukan, mulai dari diri sendiri, keluarga, tetangga hingga kalangan yang lebih luas. Dengan kerja yang berkesinambungan dalam rangka mempertahankan eksistensi dakwah ini maka Allah SWT. anugerahkan kasih saying-Nya pada mereka yang aktif mengemban tugas tersebut. Tampak oleh kita banyak hati manusia yang tertarik, simpatik dan energik memberikan dukungannya pada dakwah ini. Dari banyaknya manusia yang berhimpun dalam dakwah ini tentu mengandung tugas dan tanggung jawab yang berat. Dan ini bagian dari manuver dakwah yang harus difollow-upi dengan selalu menjaga perluasan jaringan dakwah ini (Ri’ayah Munawaratud Da’awiyah). Adapun bentuk upaya menjaganya adalah: 1. Mentarbiyah masyarakat luas (Tarbiyah Jamahiriyah) Kita telah menyaksikan bahwa masyarakat memberikan dukungan yang luar biasa baik dari dukungan materi, pikiran, tenaga dan politik. Dukungan dari beragam lapisan mulai masyarakat perkotaan hingga pedesaan, masyarakat terdidik hingga yang buta huruf, dari kalangan santri yang shalih hingga anak gaul di pinggir jalan. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa mereka pun ingin menjadi bagian dari dakwah ini. Malah ada yang merasa sudah menjadi salah satu bagian dari dakwah ini. Realita dukungan ini harus dipandang bahwa masyarakat yang berhimpun itu mesti mendapatkan hak tarbawiyahnya sebagaimana yang didapat para kader. Sekalipun yang telah mereka rasakan selama ini baru sebatas sentuhan awal. Tentunya mereka pun ingin mendapatkan pembinaan yang bisa membentuk diri mereka menjadi kader sejati sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Sehingga mereka dapat bergabung lebih dalam bersama kader lainnya. Agar ia menjadi bagian dakwah yang besar ini walau hanya satu elemen kecil saja. Adapun bentuk tanggung jawab dakwah dan kadernya pada mereka adalah melakukan tarbiyah kepada masyarakat luas atau pembinaan massal (tarbiyah jamahiriyah) dengan perlu menyesuaikan muatan dan arahannya. Apakah dengan melakukannya dalam bentuk tarbiyah regular atau secara massal dengan melaksanakan taklim rutin yang diikuti oleh sekian banyak orang. 2. Peningkatan Kualitas Kader (Tarqiyah Nau’iyatul Jundiyah) Semakin banyak tugas maka semakin perlu meningkatkan kualitas dan kapabilitas agar dapat menunaikan amanah itu dengan sebaik-baiknya. Abul Hasan An Nadawi dalam kitab Mudzakiratu Sa’ihin fil ‘Alamil Arab menyatakan bahwa sudah menjadi keharusan untuk membentuk kader-kader yang dapat meneruskan dan menjalankan tugas tanggung jawab dakwah dengan meningkatkan kemampuan kader agar bisa mengisi peluang-peluang dakwah yang amat banyak. Karena setiap gerakan dakwah betapapun kuatnya dan betapapun banyak kader-kadernya masih tetap terancam kebangkrutan. Mengingat berlalunya waktu maka semakin bertambahnya tanggung jawab yang mesti dipikul segera. Sehingga menjadi sebuah aksioma bahwa kemampuan kader untuk menunaikan tanggung jawab harus diimbangi dengan peningkatan diri mereka sesuai dengan tuntutannya masing-masing. Sebagaimana kaedah dakwah, li kulli da’watin marhalatuha, wa likulli marhalatin muthallibatuha, wa lukulli muthallibatin rijaluha. Setiap dakwah ada marhalahnya, setiap marhalah ada tuntutannya, dan setiap tuntutan ada orangnya yang akan mengerjakannya. Sangatla lumrah orang banyak memberikan berkomentar terhadap kader yang ada saat ini dengan menyatakan ‘apa mungkin orang-orang mesjid itu mampu mengelola urusan besar ini (mengelola Negara)’. Anggapan ini bermula dari aktivitas kader yang berawal dari mengelola sebatas dari satu majelis taklim ke majelis taklim lainnya, dari satu kegiatan keagamaan ke kegiatan keagamaan lainnya. Dan sekarang tanggung jawab itu melebih aktivitas sebelumnya. Tugas dan kewajiban yang bakal dipikul bebannya jauh lebih berat dari hari-hari yang kemarin. Maka tidak bisa dielakkan bahwa kemampuan harus kader bisa memenuhi kebutuhan lapangan yang amat beragam di hari ini. Keahlian dan kecakapan mereka menjadi tahurannya untuk meraih dukungan yang lebih besar lagi. 3. Penyegaran Aktifitas Tarbiyah (In’asy ‘Amalit Tarbawiyah) Setelah beberapa saat aktivitas tarbiyah belum berjalan optimal karena kesibukan dakwah yang begitu banyak. Dan hal ini merupakan bagian dari siklus ekspansi dakwah yang besar. Dimana kesibukan kader dakwah melebihi volume kesibukannya di waktu yang lain. Sehingga sedikit banyak aktivitas tarbiyah yang regular mengalami sedikit gangguan. Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut maka akan berdampak pada kelambanan geliat dakwah dan gerakannya. Apalagi sudah dimafhumi bahwa tarbiyah merupakan munthalaknya. Seorang penyair Tunis, Ahmad Mukhtar Al Wazi, menyatakan ‘wain wanat waqfatuha ‘ajalahal munthalaqu, bila diamnya terlalu lama akankah ia tergugah oleh keharusanya bergerak’. Maka perjalanan tarbiyah yang menjadi pijakan asasiyah mesti berjalan normal dan segar kembali. Melalui berbagai aktivitas tarbiyah yang reguler. Seperti liqa’ pekanan rutin, mabit, tatsqif, daurah dan lain-lainnya. Oleh karena itu mereka yang berkepentingan dalam menormalkan dan menyegarkan aktivitas tarbiyah ini harus berada pada pusat intruksional agar dapat menggerakkan dengan sesegera mungkin dan membunyikan peluitnya dengan keras. Baik mereka itu para murabbi, naqib atau mereka yang berada dalam jajaran struktural. Hal ini tentu menjadi antisipasi yang dini agar tidak terjadi situasi yang cenderung memburuk dengan ‘mengabaikan’ iklim asasi dalam dakwah ini. Syaikh Mushtafa Mahsyur Rahimahullah, mengingatkan agar aktivitas perpolitikan ini jangan mengalahkan dan mendominasi dari pada aktivitas tarbawiyah, ghalabatis siyasiyah at tarbawiyah. 4. Pengokohan interaksi pada tokoh (Taqwiyah Ittishalil Wujahiyah) Begitu banyak para tokoh yang telah terjalin hubungan sosial kemasyarakatannya dengan dakwah ini melalui silaturahim dengan mereka atau menjadikan mereka bagian dari rekruting dakwah ini. Sudah barang tentu mereka juga ingin bahwa hubungan itu tidak berhenti hanya karena aktivitas menggalang massa telah usai melainkan mereka sangat mengharapkan bahwa jalinan itu bisa lebih erat lagi dari waktu sebelumnya. Islam tentu sudah mengajarkan bagaimana mensikapi para tokoh di tengah-tengah masyarakatnya dengan memuliakan mereka. Sehingga mereka pun dapat menerima ajakan dan seruan yang ditujukan padanya karena kedudukan mereka pun dihormati dan dihargai. RAsulullah SAW. tatkala menaklukan Mekkah, beliau mengatakan ‘siapa yang masuk ke mesjid maka aman. Dan siapa yang menutup pintu rumahnya maka ia aman dan siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan maka ia pun aman’. Pernyataan itu jelas menampakkan bahwa ajaran Islam tetap memandang bahwa para tokoh itu mempunyai kedudukan yang perlu ditempatkan secara pas dan tepat. Dan ini menjadi pelunak hati mereka untuk ikut dalam barisan dakwah ini. Karenanya pendekatan para tokoh yang pernah dilakukan pada hari-hari kemarin harus dikokohkan kembali sehingga mereka mendukung dakwah ini secara optimal. Apalagi bila para tokoh itu memiliki perasaan bahwa merekapun telah memberikan andil yang teramat besar dalam pemenangan dakwah ini. 5. Soliditas struktural (Matanah Tanzhimiyah) Aktivitas yang padat sering berimbas pada ketahanan struktural. Terlebih lagi struktur yang masih sangat sederhana. Kesederhanaan fungsi dan bagan struktural kadang menciptakan aktivis berfungsi ganda atau bahkan multi fungsi. Sehingga banyak kamar-kamar struktur yang tak terisi apalagi terisi lengkap. Ditambah persoalan bahwa program yang sedang digerakkan bersama bertumpu pada satu program besar sehingga beberapa unsure dari struktural itu ikut berkonsentrasi pula pada kerja massal. Sehingga kadang yang terjadi adalah ‘mengesampingkan’ tugas-tugas regulernya. Dan bila hal ini dibiarkan maka dapat berdampak pada perjalanan struktural yang termehek-mehek. Mengingat peran struktural untuk menjalankan agenda berikutnya yang juga besar maka ketahanan soliditas struktural ini tidak bisa ditunda lagi. Ia perlu diperhatikan seksama agar dapat mengokohkan kader yang ada didalamnya disertai pemberdayaan struktural dalam tugas-tugas besar berikutnya. Baik struktur pada tingkat pusat juga pada tingkatan di bawahnya. Dengan demikian langkah-langkah struktural dapat bergerak dengan lincah dan leluasa mengemban tugas dakwah besar lainnya. Disamping pengokohan struktural juga perlu diperhatiak masalah pengembangannya. Sebab dengan tanggung jawab yang semakin besar maka dibutuhkan penopang struktural yang semakin lengkap. Imam Mawardi, penulis Al Ahkamus Sulthaniyah memaparkan bahwa semenjak futuhat-futuhat dakwah dicapai kaum muslimin pada masa Khalifah Umar ibnul Khaththab berkembang pula jajaran struktur yang baru dengan segala dinamika dan urusannya yang pada masa lalu tidak ditemukan persoalan tersebut. Itulah sebagian kecil dari tanggung jawab dakwah yang besar ini. Paling tidak dari situ kita dapat memulai apa yang perlu kita lakukan. Untuk merealisasikan (Tahqiq) tanggung jawab yang besar ini diperlukan upaya kerja keras yang maksimal, diantaranya adalah: Pertama, Bersungguh-sungguh dan tekun (Al Jiddiyah wal Mu’azhibah). Kesungguhan adalah modal utama untuk dapat menunaikan setiap tugas. Dan kesungguhan merupakan indikasi dari sikap yang penuh tanggung jawab. Ia pun cerminan dari keimanan dan keyakinan yang kuat akan pertemuannya dengan Sang Rabbul Izzati. Sehingga melahirkan perilaku siap dan sedia menunaikan suatu tugas yang diamanahkan kepadanya. Dari sinilah akan diukur seberapa besar kesiapan dan kesediaan yang berdampak pada kepuasan masyarakat akan pelayanan dan penunaian tanggung jawab tersebut. Bila melihat sederetan tugas-tugas tersebut diatas maka kita temukan bahwa tugas tersebut betul-betul tidak sepele. Tugas dan tanggung jawab itu tidak boleh dianggap main-main. Apalagi harapan yang dimiliki banyak orang teramat tinggi. Mereka berharap bahwa kader dakwah pasti dapat memikul tugas itu dan dapat memberikan pengaruh kebaikan yang dirasakan oleh umat. Kedua, Aktivitas yang berkesinambungan (Istimrariyatul Amal). Karena waktu senantiasa berjalan tak kenal henti maka amalpun tak boleh berhenti. Memang suatu tugas dikira sudah selesai namun ternyata masih ada setumpuk tugas lainnya yang sedang menunggu untuk diselesaikan. Gambaran yang sering diungkapkan orang adalah bergeraknya amal ini bagai deburan ombak di lautan yang datang silih berganti dengan deburan ombak lainnya kadang ombak besar kadang ombak kecil. Bila amal tersebut dilakukan bak ombak tadi niscaya amal datang susul menyusul dan tidak akan pernah mati. Oleh kreatifitas amal perlu digesahkan kepada seluruh lapisan kader. Sehingga mereka bisa menciptakan berbagai amal yang variatif. Ketiga, Kedisiplinan terhadap Manhaj (Indhibatul Manhajiyah). Manhaj merupakan rambu perjalanan dakwah ini. Ia bagaikan denah yang menunjukan arah dan apa yang mesti dilakukan. Karena itu setelah selesainya satu tugas perlu melihat kembali apa yang telah digariskan oleh manhaj dakwah tentang tugas-tugas kedepan. Bila terkait dengan tarbiyah maka ia perlu diterapkan secara disiplin sesuai arahannya. Sebagaimana petun juk Allah SWT. kepada Nabi Yahya AS. “Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanakâ€. (QS. Maryam: 12). Tentunya hal ini juga berlaku kepada seluruh kader untuk menerapkan tuntutan manhaj secara disiplin. Sehingga ia dapat menghantarkan perjalanan dakwah ini dari satu mihwar ke mihwar lainnya dengan sistematis. Keempat, Keteladanan dan Arahan (Al Qudwah wat Taujih). Komunitas suatu masyarakat kadang akan mudah terbentuk bila memiliki cermin jernih yang menjadi panutan bagi yang lain. Karena panutan bagai mercusuar yang akan mengarahkan dan juga menjadi ukuran atau kiblat mereka. Disinilah pentingnya keteladanan antara satu dengan yang lain. Keteladanan dalam ubudiyah, ijtima’iyah, mu’amalah maupun keteladanan dalam amal siyasi. Tentu keteladanan yang dimaksud adalah bahwa seluruh kader menjadi contoh bagi yang lain. Apalagi seluruh elemen masyarakat menjadi penilainya. Mereka tentu ingin panutannya bagai cermin jernih tanpa goresan. Sekarang ini persoalannya adalah siapkah kader dakwah ini memikul tanggung jawab yang amat besar itu. Wallahu ‘alam bishshawab. “Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)â€. (QS. Muhammad: 38). penulis : TIM STID DI AL-HIKMAH sumber : http://gaktakutnulis.blogspot.com http://www.zet2.com [Details...]
Cara Gratis dan Mudah Mengumpulkan Pahala
March 18th, 2010
Mungkin hanya sedikit orang yang dapat memahami bagaimana cara mengumpulkan pahala dengan mudah dan gratis atau tanpa mengeluarkan uang. Sebagian besar orang hanya tahu mengumpulkan pahala adalah dengan bersedekah, memberikan sebagian uang atau hartanya kepada orang lain. Jarang orang ingat bahwa masih banyak jalan menuju ke surga, tidak hanya dimonopoli oleh orang-orang yang berduit, yang bisa mengumpulkan pahala dengan cara memberikan sebagian uangnya. Tuhan adalah Maha Adil, maka diberikanlah oleh-Nya cara mengumpulkan pahala bagi orang yang tidak punya uang. Sebelum membahas lebih lanjut, harus dipahami dulu tentang prinsip “Kehilangan dan memperoleh†(dari buku Zhuan Falun [1]), yaitu kita untuk memperoleh sesuatu harus kehilangan, setelah kehilangan akan memperoleh sesuatu. Hal ini bisa dipahami bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang dapat diperoleh dengan begitu saja, semua harus dengan mencurahkan usaha baru bisa mencapai apa yang kita harapkan. Begitu juga dengan pahala yang akan kita kumpulkan untuk bekal kita di kehidupan yang akan datang. Dalam kehidupan sehari-hari.banyak orang sudah tidak peduli dengan kepentingan orang lain, yang dipikirkan selalu mengenai hal-hal yang menyangkut kepentingan pribadi. Bagaimana hidup enak dan nyaman yang selalu dicari sehingga melupakan bahwa diri sendiri telah melakukan keburukan yang mengakibatkan kerugian pada orang lain. Dalam suatu keluarga kita sering lihat ada yang suka seenaknya buang sampah, mengambil sesuatu tidak pernah mau mengembalikan pada tempat semula, tidak mau peduli apakah kamar mandi yang dipakai bersama sudah begitu dekil yang butuh seseorang untuk membersihkan, pakaian dan barang-barang pribadi ditaruh disembarang tempat sehingga tampak berserakan di setiap ruangan, menumpahkan sesuatu di lantai tidak mau membersihkan, dan masih banyak lagi perilaku seseorang yang seenaknya sendiri, yang pada intinya hanya karena kemalasan diri sendiri sehingga menimbulkan kerugian dan kerepotan bagi orang lain. Tidak pernah lagi terlintas dipikirannya tentang keindahan, kebersihan dan kesulitan orang lain yang ditimbulkan oleh perilaku karena kemalasan dan mau enaknya sendiri. Orang yang berperilaku cari enaknya sendiri, tanpa sadar telah banyak menguras kebaikan/pahala (De) yang telah terkumpul, berubah menjadi dosa yang menumpuk. Semakin banyak dosa yang menumpuk atau semakin minim kebaikan (De) yang seseorang punyai menyebabkan semakin merosotnya moral masyarakat sekarang, semakin banyak dosa seseorang, maka akan semakin banyak pula dia akan melakukan dosa karena tidak ada unsur kebaikan lagi dalam dirinya, sehingga semakin mudah dia dikendalikan oleh setan/iblis yang selalu mencoba menjerumuskan manusia dalam limbah dosa. Adanya manusia yang mempunyai tabiat dan perilaku yang buruk ini sesungguhnya adalah menciptakan peluang bagi kita untuk mengumpulkan pahala. Tak peduli mereka mau mengatakan kita ini sok bersih, sok baik, sok peduli, bagi kita yang dengan ikhlas mau menjalani dan membenahi hal-hal buruk menjadi baik, hal-hal yang berantakan, kotor, tidak indah dan tidak benar, menjadi kembali bersih, indah dan benar, niscaya orang tersebut akan mengumpulkan pahala (De) yang berlimpah. Setiap manusia yang telah menderita atau mau repot untuk orang lain, atau mau berkorban demi kebaikan orang banyak, yang rela meletakan kepentingan pribadi demi kepentingan orang lain, maka Tuhan akan selalu berada di sisinya. Sebaliknya orang yang egois, selalu mementingkan kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, kepentingan kelompok, maka adalah setan /iblis yang selalu menyertainya. Bagi orang yang mempunyai kemampuan supernormal, melihat orang seperti ini benar-benar yang dia pancarkan adalah aura hitam (Karma/dosa) serta ada wajah iblis di sebalik wajah orang-orang tersebut. Bagi sebagian orang yang tidak mempunyai kemampuan supernormal mungkin tidak akan percaya bahwa dosa/karma dan pahala/De itu memang benar ada dan benar-benar terlihat. Orang-orang seperti ini biasanya sudah tidak peduli tentang berapa banyak keburukan yang telah dia lakukan, karena sudah tidak bisa membedakan mana perbuatan baik dan seperti apa perbuatan buruk. Sesungguhnya kebaikan-kebaikan kecil yang nampak sepele, yang kita lakukan setiap detiknya merupakan kumpulan pahala (De) yang akan terkumpul tanpa kita sadari. Mengumpulkan pahala sebenarnya adalah mudah dan murah, hanya saja kita malas atau tidak mengumpulkannya ? ikhlas atau tidak melakukannya? Dibicarakan sebaliknya, sebenarnya kehilangan pahala/kebaikan (De) adalah sama mudahnya dengan kita mengumpulkannya. Tinggal ikhlas tidaknya kita membuang kemalasan dan sifat mau enak sendiri atau sifat egois kita. Semua ini adalah manifestasi dari prinsip kehilangan dan memproleh, ada yang kehilangan pahala (De), maka ada yang memperoleh pahala (De). Hanya kita sendirilah yang memutuskan, mau dipihak yang kehilangan De atau dipihak yang memproleh De.(Erabaru/ran) (De adalah substansi putih yang terbentuk setelah kita melakukan kebaikan atau menderita.) sumber : http://erabaru.net http://www.phpscriptsonline4u.com [1] http://www.falundafa.or.id/buku.htm [Details...]
Kenapa Jabar dan Banten Selatan Identik dengan Kemiskinan?
March 14th, 2010
Ketika sebagian wartawan Kompas sibuk meliput kampanye yang dimulai Senin lalu, saya justru harus meninggalkan keriuhan yang ditimbulkan dari hajat lima tahunan yang menghabiskan dana triliunan rupiah itu. Saya mendapat tugas untuk melakukan perjalan menyusuri lintas selatan Jawa dari ruas Pangandaran hingga ke Ujung Kulon. [Details...]
Dahsyatnya Sedekah
December 28th, 2009
Dimanakah letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yang bersedekah? Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut : Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?†Allah menjawab, “Ada, yaitu besi†(Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi). Para malaikat pun kembali bertanya, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?†Allah yang Mahasuci menjawab, “Ada, yaitu api†(Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api). Bertanya kembali para malaikat, “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?†Allah yang Mahaagung menjawab, “Ada, yaitu air†(Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air). “Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?†Kembali bertanya para malaikta. Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, “Ada, yaitu angin†(Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat). Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, “Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?†Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.†Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan. Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan. Apalagi kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas? Pada suatu hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bis antar kota beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan bis yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di kurs-kursi di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun. Mereka itu, ya kedua akhwat itulah. Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan menangis tersedu-sedu penuh syukur. Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat tidak kurang suatu apa? Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafazkan zikir. Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, bahwa inilah sebagian dari fadhilah (keutamaan) bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya disaat-saat sangat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka. Allah Azza wa Jalla adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang pada hampir setiap desah nafas selalu membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik kita tercermin amalan yang dilarang-Nya, toh Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira. Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, semuanya akan terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan alpa. Demi Allah, semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata karena Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak. Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya. Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq dan sedekah. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,†demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] : 261). Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, “Ya, Rasulullah. Harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah.†“Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan,†jawab Rasulullah. Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. “Ya, Rasulullah. Saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya,†ujarnya. Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam. Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut? Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adalah medan pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat tidak ada yang mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka yakin apapun yang terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka. Sekiranya gugur di tangan musuh, surga Jannatu na’im telah siap menanti para hamba Allah yang selalu siap berjihad fii sabilillaah. Sedangkan andaikata selamat dapat kembali kepada keluarga pun, pastilah dengan membawa kemenangan bagi Islam, agama yang haq! Lalu, apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah? Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah! Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Allah sendiri membuat perbandingan, sebagaimana tersurat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, seperti yang dikemukakan di awal tulisan ini.*** sumber : http://aharyatim.wordpress.com [Details...]
ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH LAKSANA TABUNGAN
December 28th, 2009
Pembahasan problem zakat, infaq, sedekah tentu tidak bisa lepas dari Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah Ayat 103, yang artinya : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, karena dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu menjadi ketenteraman jiwa mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Pada prinsipnya harta benda yang kita dapatkan dengan susah payah, terkadang pergi pagi pulang petang, peras keringat banting tulang, merupakan titipan Allah belaka. Bukan hak milik mutlak, yang dapat kita pergunakan sekehendak hati kita. Bahkan manakala kita terlalu sembrono dalam mentasarrufkan harta, justru dapat mencelakakan kita. Contoh, kita pergunakan untuk makan secara berlebihan tanpa mempedulikan orang lain, dapat berakibat timbulnya penyakit, dibenci orang dan bahkan disumpahi orang agar kita celaka. Sebaliknya kalau harta tersebut kita tasarrufkan dengan baik dan benar dapat membawa manfaat bagi kesehatan kita, disenangi orang, dihormati orang, dido’akan baik oleh orang, memperoleh timbal balik dari orang serta pasti akan menjadi simpanan amal salih berlipat ganda di sisi Allah ‘Azza Wa Jalla. Hal itu sejalan dengan sebuah hadits qudsi yang terucap melalui sabda Nabi Muhammad SAW, bahwasanya Allah SWT pernah berfirman, yang artinya Wahai bani Adam, pindahkanlah simpananmu kepada-Ku (Allah) dan janganlah habis karena kebakaran, kebanjiran dan kecurian. Aku (Allah) akan memberikannya kembali secara tunai kepadamu, bilamana engkau sangat memerlukannya. (HR At Tabarani dan Al Baihaqi) Bahwa zakat, infaq dan sedekah yang benar-benar ikhlas merupakan simpanan tabungan langsung di sisi Allah SWT. Senantiasa terjaga, terpelihara dan tercatat dengan sangat rapih, sehingga tidak mungkin terjadi kesalahan, kecurian, kekurangan dan kebakaran. Apabila pemiliknya memerlukannya kembali, Allah akan menjamin segera diberikanmya secara tunai. Amal perbuatan yang tergolong simpanan (kanzun) di sisi Allah adalah : amalan lisan, perbuatan, amalan hati, pentasarrufan harta benda, gagasan serta pikiran dengan niat yang ikhlas. Simpanan tersebut, terutama harta benda, akan dijamin penjagaan dan pemeliharaannya di sisi Allah, apabila yang mempunyai simpanan tersebut sangat memerlukannya, akan dikembalikan dengan tunai tanpa potongan bahkan mendapat tambahan berlipat ganda sesuai kadar keikhlasannya. Sedangkan bagi yang semata-mata menyimpan dan menimbun harta benda serta tidak mau mentasarrufkan di jalan Allah, akan memperoleh balasan siksa yang amat pedih, sesuai dengan Firman Allah dalam Surat At Taubah Ayat 34 dan 35, yang artinya sebagai berikut : Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak tetapi tidak menafkahkannya di jalan Allah, beritahukanlah kepada mereka bahwa mereka akan memperoleh siksa yang pedih. Yaitu pada hari qiyamat nanti, emas dan perak itu akan dipanaskan dalam neraka jahannam, lalu digosokkan pada dahi, lambung, punggung mereka seraya dikatakan kepada mereka : Inilah harta benda yang kalian timbun untuk kepentingan diri kalian, oleh karena itu, rasakanlah sekarang akibat perbuatan kalian menimbun harta benda tersebut. Berdasarkan keterangan yang tersirat dalam ayat tersebut, Rasulullah SAW bersabda : Setiap harta benda yang tidak dikeluarkan zakatnya dinamakan BARANG TIMBUNAN. Dan setiap harta benda yang telah dikeluarkan zakatnya berarti BUKAN BARANG TIMBUNAN. Ancaman bagi para penimbun harta benda adalah berupa batu membara dari neraka jahannam. (HR At Tabarani dan Al Baihaqi) Ketika seorang hamba telah benar-benar mengetahui, menyadari dan beri’tikat baik untuk mengamalkan ajaran tersebut, tentunya masalah zakat, infaq dan sedekah merupakan hal biasa. Tidak perlu merasa berat, tidak usah merasa menjadi beban dan tidak akan menyebabkan berkurangnya harta benda yang dimiliki apabila rajin berzakat, infaq dan sedekah. Belum pernah ada cerita bahwa orang menjadi miskin lantaran rajin zakat, infaq dan sedekah. Adapun menurut ketentuan Allah dalam Al-Qur’an Surah At Taubah Ayat 60, bahwa yang berhak menerima zakat, infaq dan sedekah adalah : faqir, miskin, muallaf yang dibujuk hatinya agar makin kuat iman dan islamnya atau orang non-muslim yang dapat diharapkan masuk Islam, hamba sahaya (untuk memerdekakan budak), gharim (orang yang berhutang hanya untuk kepentingan mempertahankan hidup saja atau untuk kepentingan perdamaian antar kelompok yang bermusuhan), sabilillah (orang yang berjuang menegakkan agama Allah) dan ibnu sabil (orang yang terlantar dalam perjalanan yang dibenarkan oleh syariat Islam) serta ‘amil (pengurus dan pengelola zakat). Termasuk golongan faqir miskin mestinya orang-orang yang lemah dan jompo serta tidak kuasa mencari rizki sendiri dan anak-anak yatim piatu serta anak-anak terlantar. Lebih jauh sebagai orang yang beriman bahwa kewajiban zakat merupakan kebutuhan manusia untuk membersihkan dan menyucikan harta benda pemberian Allah agar menimbulkan kesejahteraan secara merata. Di samping itu juga akan dapat menjaga pemiliknya dari berbagai bencana, bahaya dan sifat-sifat tercela dari kerabat dan tetangganya. Karena dengan rajin zakat, infaq dan sedekah, berarti akan disayang, disanjung dan dihormati orang yang menerimanya. Kerabat, tetangga dan lingkungan sekitar akan ikut menikmati rizki yang dianugerahkan oleh Allah kepadanya. Justru orang yang rajin zakat, infaq dan sedekah akan makin lancar aliran rizkinya dibandingkan dengan orang yang kikir. Karena dalam kehidupan dunia segala sesuatu yang terjadi, tidak bisa lepas dari hukum alam, hukum kausalitas dan sunnatullah. Sebagai contoh kongkrit adalah aliran air. Makin deras dan besar air mengalir dipergunakan untuk kepentingan manusia, makin banyak pula aliran air yang akan masuk ke dalam bak penampungan. Sehingga orang yang rajin zakat, infaq dan sedekah ibarat sebuah agen perbendaharaan harta, supermarket dan gudang harta yang sangat ramai dikunjungi oleh pelanggan. Perputaran barang yang masuk dan barang yang keluar mengalir dengan deras. Lebih jauh Allah ‘Azza Wa Jalla memberikan penjelasan dan berita gembira bagi orang-orang yang menafkahkan harta bendanya di jalan Allah. Dalam hal ini Allah memberikan perumpamaan pada Surah Al-Baqarah Ayat 261, yang artinya sebagai berikut : Perumpamaan bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah laksana sebutir benih yang tumbuh kemudian muncul tujuh tangkai. Pada setiap tangkai muncul seratus butir. Allah akan melipatgandakan pahala (anugerah) bagi orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui. Di sinilah kadar keimanan kita terhadap hal ihwal ketentuan Allah SWT diuji. Kalau kita benar-benar percaya, ikhlas dan mantap, niscaya Allah pun akan lebih besar karunia-Nya. Namun manakala kita ragu-ragu, maka Allah akan membiarkan kita untuk berusaha sendiri mengejar segala kebutuhan kita tanpa bantuan-Nya. Sehingga meski kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, sungsang sundal usaha kita, tetap saja selalu kurang. Karena usaha kita tidak melibatkan Allah. Sedangkan kita tahu Allah merupakan satu-satunya Dzat yang serba maha. Dan hanya kepada Allahlah segala urusan kita serahkan. Kalau prinsip kita sudah benar, pasti janji Allah tak akan pernah meleset. Wallahu A’lam Bis Shawab. Oleh : Drs. Syaiful Faizin ( Guru MA Al Hikmah 2 Benda Kab. Brebes ) sumber : http://ppa.brawijaya.ac.id [Details...]
Duet Prabowo-Puan Hampir Jadi; by, Arifin Asydhad
April 29th, 2009
detikPemilu Jakarta - Rencana koalisi antara PDIP dengan Gerindra semakin mengerucut. Setelah sempat buntu, informasi yang bergulir malam ini, jajaran elit PDIP yang dekat dengan Taufiq Kiemas dan Megawati sudah sepakat mengusung duet Prabowo Subianto-Puan Maharani. Kesepakatan untuk mengusung Ketua Dewan Penasihat Partai Gerindra sebagai capres dan putri Megawati sebagai cawapres itu diambil dalam rapat internal terbatas malam ini, Rabu (29/4/2009). Namun, kesepakatan ini belum memiliki legitimasi yang kuat. "Karena itu, kesepakatan duet Prabowo-Puan ini akan dibawa dalam rapat pleno PDIP besok pagi yang dipimpin oleh Mega," ujar salah seorang sumber detikcom. Jika me susan yang diambil PDIP sangat luar biasa. Sebab, sebelumnya PDIP tidak mau menggeser Megawati sebagai capres. Selama ini Mega sebagai capres merupakan harga mati. DPD-DPD PDIP juga tidak rela bila Mega digeser oleh calon lain. Namun, setelah berbagai tahapan negosiasi dilakukan, jajaran elit PDIP pun melunak, termasuk Taufiq Kiemas dan Megawati. Duet Prabowo-Puan dianggap bisa menandingi kedigdayaan SBY. Sedangkan Megawati sudah berjiwa besar, legowo untuk tidak maju sebagai capres. Lantas mengapa Mega dan jajaran elit PDIP mau melunak? Ini soal harga diri. Megawati jika dipaksakan maju sebagai capres, maka dipastikan akan tetap tidak mampu melawan SBY. Megawati tidak ingin kalah tiga kali dalam pencapresan. "Ini dalam rangka menyelamatkan Megawati," ujar sumber itu. Memang, duet Prabowo-Puan diprediksi bisa mengimbangi pertempuran melawan SBY. Namun, bila nanti kenyataannya kalah, duet ini bisa dimaklumi, karena yang maju hanya Puan Maharani, bukan Megawati. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari jajaran PDIP mengenai hal ini. Jajaran elit PDIP tidak mengangkat telepon genggamnya saat dihubungi. Sumber : www.detik.com [1] [1] http://www.detik.com [Details...]


