www.zaenal-aripin.com

Blog Zaenal Arifin

Search:



« Previous

TSUNAMI JEPANG TINGKATKAN IMPOR PRODUK CHINA, UMKM BAGAIMANA?

31 March 2011

Beberapa minggu yang lalu daratan negeri Mata Hari Terbit digoncang gempa dengan kekuatan 8,9 pada Skala Richter (SR) dan memicu datangnya bencana tsunami. Sehingga dalam sekejap harta benda berupa bangunan beserta isinya, sarana transportasi dan semua yang berada jangkauan tsunami hancur lebur disusul jatuhkan korban nyawa, menurut informasi korban yang hilang dan tewas mencapai diatas 27.000 orang. Bahkan yang mengerikan adalah bocornya Reaktor nuklir Fukushima Bocor, Pasca Gempa Jepang 2011, Akibat Sunami Jepang, Bahaya Radiasi Nuklir Jepang Mengancam.
Akibat badai tsunami di Jepang tersebut, telah menjadikan bencana susulan yang menggoncang permukaan bumi, khususnya Asia dan Indonesia sangat merasakan imbasnya, bencana susulan tersebut adalah berupa kemungkinan carut mawutnya perekonomian. Bahkan para pemerhati dunia ekonomi ada yang mengatakan, roda perekonomian akan terpuruk dan sedikitnya tiga tahun kedepan baru bisa dipulihkan. Dampak tersebut berdampak lapangan kerja bakal banyak yang gulung tikar karena perputaran dana macet akibat bencana tersebut.
Dengan kejadian gempa, tsunami dan akibat susulan yang saat ini menjadi perhatian dunia adalah bocornya reaktor nuklir Fukushima, selain menimpa kepada penduduk jepang, juga berdampak kepada ketatnya proteksi Negara-negara lain terhadap barang-barang yang notabene keluar dari jepang, hal ini dimaklumi bahwa Negara lain ingin melindungi negaranya karena kekhawatiran kontaminasi zat radio aktif pasca ledakan reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Dai-ichi. Bahkan beberapa negara kini mulai melakukan pengujian terhadap berbagai produk makanan asal Jepang.
Indonesia sendiri, Biro Pusat Statistik memperkirakan bencana di Jepang akan membawa pengaruh bagi ekspor Indonesia, namun hanya bersifat sementara.
Tahun lalu, Jepang merupakan negara tujuan ekspor Indonesia nomor satu, yang disusul oleh China (urutan 2) dan Amerika. Selain itu Jepang merupakan negara importir terbesar ke dua, setelah China. Berdasarkan data BPS ekspor non Migas Jepang sepanjang Januari-Desember 2010 mencapai US$16,496 miliar. “Jepang konsisten nomor satu baik ekspor atau impor”.
Namun yang perlu menjadi perhatian adalah dengan terganggunya ekspor dan impor dengan Negara Jepang, bagaimana dengan dunia usaha di Negara kita termasuk didalamnya UMKM? Hal ini perlu menjadi perhatian, karena ada fenomena bahwa dampak tsunami Jepang yang berimbas kepada produk-produk China menyasar mencari pasar baru. Hal ini secara tidak langsung bahwa China yang ikut kehilangan pasar ekspornya di Jepang, akan mencari pasar baru, yaitu diantaranya Indonesia.
Kekhawatiran pengalihan pasar produk China dari Jepang ini ada dasarnya yaitu dengan berkaca pada krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat (AS) pada 2008, yang saat itu produsen China berupaya mencari pasar baru di negara lain untuk menjual produk-produknya karena kelesuan permintaan dari konsumen di AS pada tahun tersebut.
Kondisi tersebut, kemungkinan Indonesia akan kebanjiran produk asal China yang semakin membludak jumlahnya. Ini bisa dikatakan Bencana tsunami Jepang membuka pintu gerbang bisnis negeri Cina semakin jaya.
Hal ini yang perhatian kita semua, memang di satu sisi kita akan terus meningkatkan peranan pelaku usaha dalam negeri khususnya UMKM untuk dapat berperan lebih besar untuk dapat mengisi demand pasar dalam negeri yang dapat bersaing dengan gencarnya produk-produk asing terutama China yang terus membanjir negeri ini, apalagi dengan kejadian bencana gempa dan tsunami di Jepang, yang mau tidak mau akan berdampak kepada alihan produk china yang awalnya ke Jepang akan diteruskan ke pasar Indonesia. Dengan bencana tersebut perlu juga diperhatikan untuk para pelaku ekspor produk ke Jepang, akan terkena dampak menurunnya omzet yang pada akhirnya akan berdampak kepada kelangsungan usaha.
Memang ada dua sisi dampaknya, satu sisi ekspor yang akan terjadi penurunan dan satu sisi akan beralihnya atau menambah derasnya barang impor produk China, sehingga persaingan di pasar terutama dalam negeri semakin berat apalagi dengan membanjirnya alihan produk-produk China yang awalnya ditujukan ke Jepang beralih ke Indonesia, dengan harga produk china tersebut yang murah dan kualitas bisa diterima pasar dalam negeri. Yang perlu mendapat kajian bahwa bagi masyarakat kita, dalam mengkonsumsi produksi diutamakan adalah need dan capacity keuangan mereka, sehingga produksi yang di beli secara otomatis disesuaikan dengan kemampuan keuangannya. Ini jelas akan berdampak pada semakin susahnya produksi yang dihasilkan UMKM bisa bersaing dengan produk-produk china tersebut.
Berdasarkan paparan tersebut, disimpulkan bahwa untuk mengantisipasi kemungkinan semakin membanjirnya produk China alihan pasca gempa dan tsunami jepang, selain diperlukannya pengembangan UMKM yang lebih kreatif dan inovatif, dengan menyinergikan antara produk, modal, pasar, brand, kemasan, diferensiasi, manajemen. Disamping itu diperlukan peranan pemerintah sebagai penunjang dalam menjalankan roda usaha antara lain menyediakan paket bahan baku murah juga perlu mengeluarkan regulasi mengenai kewajiban para pengusaha retail di daerah seperti supermarket, minimarket, pasar-pasar umum untuk menjadi media pemasar produk-produk yang dihasilkan oleh umkm. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan tools atau SOP mengenai syarat-syarat yang wajib dipenuhi oleh produk mikro supaya bisa masuk di minimarket atau supermarket serta pasar-pasar umum tersebut.
Selain peranan lainnya, seperti seperti dunia pendidikan, perbankan, perusahaan-perusahaan, yang menguasai bidangnya untuk memberikan binaan mengenai diferensiasi, manajemen, kemasan, brand, kualitas dari produk yang akan di pasarkan, akan bersaing dengan produk-produk china tersebut, kiranya perlu juga diberikan sosialisai pemahaman kepada masyarakat (penjual dan pembeli) mengenai kepedulian untuk menjual dan membeli produk dalam negeri, bahwa dengan membeli atau menjual produk dalam negeri akan terus meningkatkan peluang usaha dalam negeri khusus UMKM bisa maju dan dapat bersaing dengan produk asing, sehingga dengan ”dampak kelanjutan tsunami jepang yang akan tingkatkan impor produk china” bisa dimitigasi sejak dini oleh para pelaku UMKM. (Penulis Dr. Zaenal Aripin, Ir., M.Si.
Praktisi Perbankan, Pengamat Pemasaran dan Pemerhati UMKM/Owner Lembaga Kreatif Inkubator Bisnis
www.kreatifinkubatorbisnis.com)
sumber : Harian Pikiran Rakyat

Archived in Umum | Trackback | del.icio.us | Top Of Page

Feedback

It sounds like SK2 has recently been updated on this blog. But not fully configured. You MUST visit Spam Karma's admin page at least once before letting it filter your comments (chaos may ensue otherwise).