www.zaenal-aripin.com

Blog Zaenal Arifin

Search:



« PreviousNext »

Inovasi Sistem Keuangan Bagi Pengembangan UMKM

4 October 2010

“DIPERLUKAN inovasi untuk keberhasilan implementasi sistem keuangan yang inklusif, yang dapat menyentuh golongan masyarakat yang selama ini tidak tersentuh layanan keuangan.” Harapan itu dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika membuka Pertemuan Tahunan ke-2 The 2010 AFI Global Policy Forum di Jimbaran, Bali. Forum internasional ini diikuti 111 delegasi dari 42 bank sentral negara-negara berkembang.

Terkait langkah inovatif yang diungkapkan presiden, Bank Indonesia (BI) sendiri tengah menyiapkan program Financial Identity Number (FIN). Program ini bermaksud memberikan nomor identifikasi tunggal yang unik bagi setiap orang/penduduk, yang memungkinkan bank/penyedia layanan jasa keuangan lainnya, dapat mengakses informasi riwayat kredit orang tersebut melalui sistem biro kredit yang terpusat.

Untuk Indonesia yang memiliki jumlah penduduk di atas 200 juta, adanya FIN ini, akan menambah nilai tambah bagi rencana program peningkatan jumlah pengguna layanan jasa keuangan.

Sebenarnya, program ini telah dimulai dengan adanya inisiatif program “Tabunganku” mulai 2010. Program ini menargetkan 1 juta rekening pada awal 2011.

“Tabunganku”, bertujuan meningkatkan akses masyarakat kecil terhadap lembaga keuangan, seperti perbankan, dengan menciptakan tabungan yang tidak dikenai biaya administrasi.

Program ini juga bisa dikaitkan dengan program pengembangan sektor UMKM, dengan meningkatkan strategi kemitraan inovatif, serta kebijakan yang lebih dalam, dan memanfaatkan jaringan usaha UMKM yang lebih luas.

Bila dihubungkan dengan FIN, maka identitas pelaku UMKM akan teridentifikasi secara massal dan akurat dalam bentuk basis data, dan secara tidak langsung UMKM akan berkembang transparan dan dapat diakses oleh perbankan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kiranya yang segera diperlukan langkah yakni meningkatkan penggunaan teknologi seperti telefon seluler, internet dll., sebagai penunjang layanan keuangan yang diperlukan oleh penduduk, termasuk UMKM. Pengidentifikasian dan pembenahan kepemilikan serta pengunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) secara benar dengan satu penduduk memiliki satu KTP, dengan basis data yang lengkap.

Langkah selanjutnya adalah BI perlu segera merealisasi program FIN serta peningkatan akselerasi penggunaan layanan keuangan sampai ke tingkat perdesaan hingga lingkungan RT/RW, seperti membuka/menambah outlet serta channel layanan ke masyarakat kecil, termasuk UMKM.

Yang tak kalah pentingnya adalah sosialisasi kepada masyarakat luas, termasuk UMKM tentang pentingnya penggunaan layanan keuangan, termasuk risikonya ***

Penulis: Dr. Zaenal Aripin, Ir., M.Si. Praktisi Perbankan dan Pengamat Pemasaran.
sumber : http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=158537

Archived in Umum | Trackback | del.icio.us | Top Of Page

Feedback

It sounds like SK2 has recently been updated on this blog. But not fully configured. You MUST visit Spam Karma's admin page at least once before letting it filter your comments (chaos may ensue otherwise).