Rupiah diperkirakan terpuruk
20 January 2008
BANDUNG – Rupiah diperkirakan terpuruk pada sesi minggu depan diantara Rp. 9.500 s/d Rp. 9.600 per dolar AS, karena turbulensi domestik.
Hal ini karena akibat aksi asing yang melepas portofolio dan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, contoh kedelai dan beras,” demikian kata Dr. Zaenal Arifin, Ir., Msi di Bandung, minggu siang disela-sela pada acara Reuni Akbar Universitas Padjadjaran Bandung.
Pasar domestik yang semakin turun dan terpuruk akan mengakibatkan pelepasan portofolio oleh fihak manajemen investasi asing, diperkirakan oleh mereka Indonesia akan mengalami krisi pangan.
Secara bisnis, merekan melepas portofolio untuk memitigasi risiko sehingga risiko diperkecil.
Menurut zaenal, hal tersebut jelas secara logika, apabila aksi itu berlanjut, rupiah akan kembali tertekan menuju level yang lebih rendah terhadap dolar AS, meski Bank Indonesia (BI) menahan gejolak pasar yang menekan rupiah. BI tidak akan selamanya menahan gejolak pasar tersebut.
Merosotnya rupiah, akan dia juga diikuti juga dengan melemahnya indeks harga saham gabungan yang sejak beberapa hari lalu melemah, akibat terpuruk bursa dunia yang menekan bursa domestik.
Turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dikarenakan gejala global yang antara lain dipicu oleh adanya prediksi resisi di As menyusul penjualan ritel yang menurun di Amerika Serikat (AS). Seharusnya dengan melemahnya perekonomian di AS, di indonesia pasar mengeuat, tetapi hal ini terbalik karena faktor internal negatif yang lebih tinggi.
sumber : ww.detiek.com
