Akhirnya ..Tingkat Suku Bunga The Fed Turun 50 Basis Point
20 September 2007Seperti sudah bisa diprediksi sebelumnya bahwa Fed akan menurunkan tingkat suku bunga di kisaran 25 sampai dengan 50 basisi poin, terbukti hari rabu kemarin Federal Open Market Comitee telah memangkas tingkat suku bungasebesar 50 basis poin menjadi 4,75%. Hal ini sangat berpengaruh pasar keuangan dunia termasuk Indonesia, kendati harga minyak dunia meningkat mencapai rekor. Dengan penurunan suku bunga The Fed adalah sentiment positif ke bursa, dengan bukti hari kemarin indeks rata-rata di asia naik kecuali Shenzen dan Shanghai. Memang sebelumnya diprediksi perkiraan penurunan The Fed mayoritas di 25 basis point sehingga dengan penurunan 50 basis point , sehingga indeks global sangat melesat atas respon penurunan sebesar 50 basis point. Dengan penurunan ini diindikasikan pasar modal dalam negeri kembali bergairah, dan jelas dapat diperkirakan dengan penurunan Fed Rate yang agresif, ada kemungkinan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 8 Oktober 2007 akan menurunkan BI Rate setidaknya 25 basis point. Prediksi ini akan mendorong saham perbankan nasional akan memimpin pergerakan indeks juga penurunan BI Rate akan meningkatkan margin bunga bersih dan laba bersih bank pada akhir tahun 2007. Perubahan juga berdampak kepada penguatan nilai rupiah yang minggu ini mencapai nilai Rp. 9.205 per US$; dana perlu dicermati perkataan dari analis pasar uang Richard Yetsenga dari HSBC Holdings Plc yang merekomendasikan investor untuk membeli rupiah pada level Rp. 8.820 dan menjualnya ketika level mencapai Rp. 9.100;hal ini bias kita prediksi bahwa kemungkinan nilai rupiah pada kahir tahun 2007 berada pada level Rp. 8.600. Kenapa hal ini bisa terjadi, karena dengan turnnya tingkat suku bunga The Fed akan menularkan dampak yang sangat significant terhadap perkonomian Indonesia. Akan terjadi arus balik dana asing, karena mencari lahan investasi yang memberikan margin yang lebih besar. Karena ini tdiak bias dilupakan bahwa kawasan di Asia sangat ketergantungan kepada AS dalam hal perdagangan dan keuangan. Juga bagi wilayah Eropa dan Negara Jepang, dengan penurunan ini US$ kian tergencet euro dan yen, hal ini makin memperlebar selisih tingkat suku bunga The Fed dengan kawasan Eropa; hal ini juga didorong oleh prilaku sementara para spekulan dalam kasi melepaskan US$. Dengan penurunan ini saya berharap, laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan lebih baik dan lebih tenang; dan kita bias lebih pasti memprediksikan bahwa kemungkinan The Fed akan menurunkan tingkat suku bunga lagi sampai dengan akhir tahun 2007 sebesar 25 basis poin; juga bagi perbankan sebagai lembaga intermediasi akan mendapatkan ruang baru untuk melemparkan dana ke sector riil, yang nota bene akan menggerakan sektor ekonomi yang lebih produktif.

March 26th, 2008 at 11:25 am
Yth Bpk. Zaenal Aripin,
Saya mahasiswa S2, tertarik meneliti dampak penurunan suku bunga The Fed terhadap IHSG di BEI. Bisakah saya mendapatkan artikel/jurnal/buku yang berkaitan dengan hal tersebut di atas? Terima kasih
April 15th, 2008 at 8:38 pm
terima kasih, tenatng penurunan tentang tingkat suku bunga, saya banyak baca di koran bisis; tapi untuk soal tinkat suku bunga, nanti saya akan car, dan mudah-mudahan seceptnya saya rilis
zaenal arifin
June 21st, 2008 at 10:38 pm
Yth Bpk. Zaenal Aripin,
Saya mahasiswa S1, saya sedang mencari data yang berkaitan dengan suku bunga BI untuk tugas akhir saya. Jadi saya minta bantuan untuk memberikan data suku bunga BI tahun 2007 dan bulan januari, februari maret dan April untuk tahun 2008. mohon bantuannya
terima kasih atas bantuannya sebelumnya
Ligia