www.zaenal-aripin.com

Blog Zaenal Arifin

Search:



« PreviousNext »

Berinvestasi Kebaikan

9 September 2007

Minggu malam, saya masuk ruang kerja saya di paviliun, saya buka internet mencoba cari-cari lewat google dan yahoo mengenai bagaimana cara belajar corel draw. tapi suntuk juga, mungkin karena pikiran tidak terlalu konsentrasi, berat kepala….suntuk.

Saya terus iseng, ketik kata-kata cara-cara berpikiran positif, dan sampailah ke blog http://ekojalusantoso.com/ di blog ini ketemu artikel  ”BERINVESTASI KEBAIKAN” .

Dia menceritakan bagaimana nasehat bijak dari almarhumah Ibu nya yang selalu tertanam dalam hati “Eko Jalu Santoso” yaitu kita harus selalu “menanamkan kebaikan” .

Kalau di telaah dari nilai-nilai kehidupan keagamaan, saya setuju dengan pendapat beliau bahwa nasehat ini sangat relevan dengan apa yang secara tegas disampaikan oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa dalam kitab suci-Nya yang menyatakan, “Tidak ada yang dapat diunggulkan bagi manusia, kecuali apa yang dia usahakan untuk kebaikan secara individu”. Kebaikan secara individu menjadi panjatan dalam menata diri untuk menjadi pribadi yang berkualitas dalam meraih kehidupan yang penuh potensi dan keagungan.

Kebaikan secara individu menjadi landasan penting dalam pembangun kualitas pribadi kita. Apakah dalam keluarga, dalam organisasi, dalam pekerjaan maupun dalam bisnis, hubungan antar manusia akan semakin meningkat dan semakin mendalam, bila senantiasa dilandasi kebaikan individu dan kesedian berbagi kebaikan dengan orang lain. Kebaikan dari masing-masing individu ini dapat menjadikan kebaikan dalam masyarakat, sehingga terbangun kehidupan yang damai dan bahagia.

Dimata seorang ibu, “menanamkan kebaikan” dalam hidup merupakan nasehat paling penting. Menaburkan kebaikan hendaknya menjadi cita-cita terpenting dalam hidup ini. Karena menaburkan kebaikan berarti menghidupkan sumber energi positif dari dalam diri untuk orang lain dan alam semesta. Energi ini akan kembali kepada kita dan memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan.

Menjadi apapun kita saat ini, apakah presiden, menteri, konglomerat, direktur utama, manager atau pegawai biasa, memiliki pangkat apapun kita, apakah jenderal, kolonel, kapten atau prajurit biasa, memiliki gelar apapun diri kita, apakah profesor, doktor, master, sarjana atau lainnya, yang terpenting adalah “menanamkan kebaikan” kepada orang lain. Semua pangkat, gelar dan jabatan itu, tidak akan memberikan makna bagi kualitas pribadi seseorang bahkan hanya akan berakhir dengan kesia-siaan kalau tidak digunakannya untuk menanamkan kebaikan.

Saya sampai beberapa kali membaca point ini, mudah-mudahan hal ini bisa saya kerjakan dan mungkin saya berharap tulisan ini bisa pegang juga oleh istri dan anak-anak saya, yang menarik yaitu banyak pintu-pintu kebaikan yang dapat dilakukan dan menjadi sumber energi positif keberhasilan, seperti:

  1. Kalau memiliki ilmu, gunakanlah untuk mencerdaskan orang lain
  2. Kalau memiliki harta, gunakan untuk kebaikan banyak orang
  3. Kalau memiliki kekuasaan, gunakanlah untuk mensejahterakan banyak orang
  4. Kalau memiliki tenaga, gunakan untuk membantu banyak orang
  5. Kalau menjadi penegak hukum, berikanlah perlindungan dan keadilan kepada banyak orang
  6. Kalau menjadi pengusaha, jalankan usaha untuk memberiakn manfaat dan kebaikan banyak orang
  7. Dan lainnya

Intinya mulailah dengan hal-hal sederhana dan mudah dilakukan sesuai dengan kemampuan diri kita. Mulailah dari lingkungan terdekat, seperti orang-orang yang Anda temui setiap hari, lingkungan rumah sekitar Anda, lingkungan kerja. Dan yang penting sekecil apapun kebaikan itu, mulailah sekarang ini juga.

Semakin banyak menaburkan benih-benih kebaikan berarti semakin banyak melepaskan energi positif dari dalam diri. Orang yang pertama merasakan manfaat dari berbuat kebaikan adalah mereka yang melakukannya. Mereka akan merasakan “buah”nya seketika itu dalam jiwa, akhlak, dan hati nuraninya. Sehingga hatinya akan terjaga kejernihannya. Hidup akan terasa lebih mudah, merasakan lapang dada, tenang, tenteram dan damai.

Mereka yang dapat menggunakan potensi dirinya untuk menaburkan benih-benih kebaikan, maka akan memberikan kemudahan dalam hidup. Inilah prinsip menjadikan setiap kehadiran kita adalah rahmat bagi orang lain dan alam semesta atau “rahmatan lil alamin”.

Untu Pak Eko Jalu  Santoso; tulisan anda menjadi motivasi saya untuk lebih berkarya, maju dan yang penting bisa berinvestasi kebaikan.

Archived in Umum | Trackback | del.icio.us | Top Of Page

Feedback